KUPANG - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Rudi Darmoko menyerahkan bantuan Kapolri dan bantuan sosial kepada personel Polres Manggarai yang terdampak gempa bumi Flores. Penyaluran bantuan dilakukan di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Pada Rabu, Kapolda NTT mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah dirinya meninjau kondisi para personel, rumah anggota, dan sejumlah fasilitas kepolisian yang mengalami kerusakan akibat gempa. “Ini merupakan bentuk perhatian langsung pimpinan kepada anggota. Polri tidak hanya dituntut hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memastikan personelnya yang terdampak bencana mendapat perhatian dan dukungan,” katanya. Dalam kegiatan tersebut, Kapolda NTT turut didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny Vily Rudi Darmoko, Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal, sejumlah pejabat utama Polda NTT, serta Kapolres Manggarai. Hasil pendataan menunjukkan terdapat 20 rumah pribadi anggota Polres Manggarai yang terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, 16 rumah mengalami rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan dua lainnya rusak ringan. Kerusakan akibat gempa juga ditemukan di sejumlah fasilitas kepolisian, yakni Mako Polres Manggarai, Mako dan Asrama Polsek Cibal, Asrama Polsek Reo, serta Mako dan Asrama Polsek Satarmese. Untuk membantu memenuhi kebutuhan personel dan keluarga yang terdampak, sebanyak 35 kontainer bantuan sosial telah disiapkan. Bantuan tersebut kemudian diserahkan secara simbolis oleh Kapolda NTT kepada empat perwakilan penerima. “Kami hadir di sini untuk memastikan keselamatan seluruh personel dan keluarga. Penyerahan Bantuan Kapolri serta bansos ini adalah wujud nyata kepedulian dan solidaritas pimpinan Polri kepada anggota yang sedang tertimpa musibah. Di tengah cobaan ini, Polri harus tetap solid dan saling menguatkan,” kata Kapolda NTT. Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa kedatangan Kapolda bukan hanya untuk meninjau dampak bencana. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran pimpinan dalam memastikan personel dan keluarga yang terdampak memperoleh perhatian serta dukungan. Menurut Henry, semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak menjadi modal penting bagi personel untuk menghadapi kondisi setelah gempa. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat kembali menjalankan tugas ketika situasi sudah memungkinkan. Kapolda NTT juga meminta personel dan masyarakat Kabupaten Manggarai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Ia mengingatkan agar keselamatan diri dan keluarga tetap menjadi prioritas. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi kebencanaan yang belum dipastikan kebenarannya. “Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban anggota dan keluarga yang terdampak. Yang paling penting adalah kita tetap bersama, saling membantu dan saling menguatkan dalam menghadapi situasi ini,” ujar Henry. Polda NTT memastikan pemantauan serta dukungan bagi personel yang terdampak akan terus diberikan selama proses pemulihan pascagempa bumi Flores berlangsung.