JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Selatan. Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, pemerintah masih terus berupaya melakukan pemadaman dan pemantauan titik panas untuk mencegah api meluas ke wilayah lain. Menteri Kehutanan Raja Antoni turun langsung meninjau penanganan karhutla di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Peninjauan tersebut dilakukan di tengah masih munculnya sejumlah titik panas di beberapa wilayah. Berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan pada pukul 06.00 WIB, terdapat 44 titik panas yang tersebar di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin. Karhutla menjadi perhatian karena kondisi kebakaran dapat meluas dengan cepat, terutama ketika dipengaruhi cuaca kering, angin, serta kondisi lahan tertentu seperti gambut. Dalam laporan sebelumnya, BNPB mencatat penanganan karhutla di Kalimantan Selatan menghadapi sejumlah tantangan, termasuk akses menuju titik api yang sulit dan keterbatasan sumber air di beberapa lokasi. Untuk mengatasi kebakaran tersebut, pemerintah mengerahkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat. Operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat dengan menggunakan berbagai peralatan dan didukung operasi udara menggunakan helikopter untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses. Selain pemadaman, pemerintah juga memperkuat pemantauan titik panas dan langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas. Masyarakat turut diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah rawan kebakaran dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api. Penanganan karhutla di Kalimantan pun masih terus berlangsung. Pemerintah berharap koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas, dan masyarakat dapat mempercepat pengendalian kebakaran serta mengurangi risiko munculnya titik api baru selama musim kemarau.