KARANGANYAR, NETRALNEWS.COM — Kepulan asap dan sebaran debu akibat kebakaran di (Tempat Pembuangan Akhir) TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Rabu (2/9/2026) malam, mulai memicu gangguan kesehatan warga di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Memasuki Kamis (3/9/2026), sejumlah warga di Dusun Sulurejo, khususnya wilayah RT 8 dan RT 9, mengeluhkan batuk, mata perih, hingga sesak napas. Kondisi terparah mulai dirasakan warga sejak Rabu malam seiring membesarnya kepulan asap yang terbawa angin ke arah permukiman mereka. Jarak permukiman warga yang hanya berkisar 500 meter hingga satu kilometer dari lokasi TPA membuat paparan asap tebal tak terelakkan. “Sejak malam sudah ada beberapa warga yang merasa sesak napas. Sekarang warga menggunakan masker,” ujar Wiwik (58), warga Dusun Sulurejo, Kamis (3/9/2026). Hal senada disampaikan Sutarman (59). Ia menyebut lansia dan warga yang memiliki riwayat asma menjadi kelompok paling rentan terdampak. Menurutnya, meski api di TPA mulai terkendali, kepulan asap justru makin pekat. Ia berharap pihak terkait segera menuntaskan penanganan kebakaran tersebut. Merespons situasi ini, lintas instansi yang terdiri dari Dinas Kesehatan Karanganyar, Puskesmas Gondangrejo, BPBD, dan PMI langsung bergerak menyalurkan bantuan. Sekitar 800 masker telah didistribusikan kepada warga terdampak untuk meminimalkan risiko iritasi saluran pernapasan dan mata. Pemerintah Desa (Pemdes) Plesungan juga mendirikan posko siaga sementara di wilayah RT 8 dan RT 9 Dusun Sulurejo sebagai langkah antisipasi jika kondisi memburuk. Hingga Kamis pagi, petugas mencatat belum ada warga yang mengungsi dan masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing sambil meningkatkan kewaspadaan.