BONDOWOSO —Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 221 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya resmi menutup masa pengabdian selama 38 hari di Desa Sumber Malang, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso melalui acara bertajuk Gema Selawat yang digelar di Masjid Jami' At-Taqwa pada Selasa (21/7/2026) silam. Acara tersebut dihadiri sekitar 500 jamaah dan diisi majelis ilmu, penyerahan cendera mata, serta pembacaan selawat bersama Majelis Al-Ihsan sebagai bentuk syukur dan penutup rangkaian KKN. Rangkaian acara dimulai pukul 19.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Desa (Kordes) KKN 221 UINSA, Rohmad Ridho Setiawan, dan Kepala Desa Sumber Malang, Holik. Acara kemudian diisi penayangan video profil desa, dokumentasi program kerja, dan after movie kegiatan KKN, sebelum masuk ke sesi inti berupa penutupan resmi KKN dan penyerahan cenderamata oleh Kepala Desa. Puncak acara diisi pembacaan selawat bersama Majelis Al-Ihsan selama satu setengah jam, dilanjutkan mauidhoh hasanah oleh KH. Fathul Bahri, mahallul qiyam, hingga doa penutup yang mengakhiri seluruh rangkaian acara kegiatan. Muhammad Hasan Milan Nururahman (Gus Anil), selaku perwakilan Majelis Al-Ihsan dari Pondok Ra'iyatul Husnan, Wringin, Bondowoso menilai kegiatan majelis ilmu dan selawat sebagai penutup KKN merupakan pilihan yang tepat untuk mensyiarkan ilmu kepada masyarakat sekitar. "Mengundang majelis selawat ini bertujuan agar perpisahan menjadi lebih barokah dan memberikan kesan yang baik di akhir masa tugas mahasiswa," ujarnya. Ia turut mendoakan agar pengabdian atau khidmah yang telah dilakukan mahasiswa selama sebulan lebih dengan tulus dapat memberikan pengalaman dan ilmu, serta berharap mahasiswa mendapatkan nilai baik dan segera menyelesaikan studi. Sekretaris Desa Sumber Malang, Syaiful, juga turut mengapresiasi mahasiswa KKN 221 UINSA yang telah membaur dengan masyarakat selama 38 hari masa pengabdian. Ia menilai acara penutupan yang diisi tausiah dan selawat berjalan lancar, ramai, dan padat, sebagai bukti kerja sama yang baik antara masyarakat dan mahasiswa. Syaiful juga menyebut cendera mata yang diserahkan sangat berharga sebagai wujud kecintaan mahasiswa terhadap Desa Sumber Malang. "Harapan saya, aplikasi Website SMART yang telah diperkenalkan bisa terus diaplikasikan oleh perangkat desa dan kepala dusun untuk melayani masyarakat," ujarnya. Sementara takmir Masjid Jami' At-Taqwa, Kholik, menilai program membantu mengajar anak-anak di musala dan TPQ sebagai kegiatan paling berkesan bagi warga selama masa KKN berlangsung. Menurutnya, warga sangat antusias mengikuti kegiatan keagamaan yang dihadirkan Tim KKN 221 UINSA, terutama selawat dan pengajian. Ia berpesan agar mahasiswa tidak memutus tali silaturahmi dan tetap menyapa warga apabila suatu saat bertemu kembali di luar masa KKN. Koordinator Desa (Kordes) KKN 221 UINSA, Rohmad Ridho Setiawan, menungkapkan bahwa pemilihan format "Gema Selawat" sebagai penutupan sekalius perpisahan KKN merupakan bentuk rasa syukur atas kebersamaan dengan masyarakat selama masa pengabdian, sekaligus mengharapkan syafaat Nabi Muhammad SAW. "Kami berharap seluruh program yang telah kami jalankan dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sumber Malang, meskipun masa KKN telah berakhir," ujarnya. Selama 38 hari masa pengabdian, Tim KKN 221 UINSA tercatat telah menjalankan sejumlah program kerja, di antaranya optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui pembuatan sistem akuaponik sebagai model pertanian modern di lahan sempit sekaligus pemanfaatan limbah plastik atau barang bekas sebagai sarana mendianya lewat program "Mengubah Limbah Menjadi Berkah"; pembangunan profil desa dan Website Pelayanan Desa (SMART) yang mempercepat pembuatan surat oleh perangkat desa dari 15 menit menjadi hanya 5 menit hingga kegiatan mengajar mengaji anak-anak di musala serta tempat TPQ setempat. Dengan berakhirnya masa pengabdian ini, Tim KKN 221 UINSA berharap seluruh program yang telah dirintis dapat terus dijalankan secara mandiri oleh warga dan perangkat Desa Sumber Malang, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat meski masa tugas telah usai. Reporter: Asfarul Akhsan, Riza Nur Khikmiah, Rifda Shoimah.