KENDAL – Mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 180 menggelar kegiatan sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar limbah dapur dan pestisida organik berbahan tembakau untuk masyarakat Desa Johorejo (18/08/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi tanaman. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap pengembangan pertanian yang ramah lingkungan. Penggunaan pupuk dan pestisida berbahan kimia secara berlebihan dapat meningkatkan biaya produksi serta memberikan dampak kurang baik terhadap lingkungan. Oleh karena itu kami selaku mahasiswa KKN memberikan inovasi dari pemanfaatan bahan organik menjadi salah satu alternatif yang bisa diterapkan oleh masyarakat Johorejo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 180 memberikan pemahaman mengenai pengertian, manfaat, bahan, serta proses pembuatan POC dari limbah dapur dan pestisida dari tembakau. Materi disampaikan secara runtut agar masyarakat dapat memahami tahapan pembuatan dan penerapannya. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai POC berbahan limbah dapur dan dilanjut dengan pestisida berbahan tembakau. Kami juga memberikan pelatihan secara langsung terkait proses pembuatannya mulai dari persiapan bahan, pencampuran, hingga tahapan pengolahan yang harus diperhatikan. “Pengolahan sampah organik merupakan langkah sederhana dan bermanfaat untuk melindungi lingkungan. Ayo bersama-sama kita mulai mengolah limbah dapur dari rumah kita,” ujar Ibu Setyowati, S. Pt dalam kegiatan tersebut. Pesan tersebut menjadi salah satu dorongan kepada masyarakat agar bisa membiasakan diri memilah dan mengolah limbah dapur yang dihasilkan dari rumah tangga. Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif mengikuti pelatihan serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai bahan yang dapat digunakan, proses pembuatan, penyimpanan, dan cara penerapannya pada tanaman. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap inovasi terhadap pengelolaan tanaman yang lebih sederhana dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 180 berharap masyarakat Desa Johorejo dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari. Pembuatan POC dan pestisida organik diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan pemanfaatan potensi bahan organik yang ada di desa. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN MIT-22 Posko 180 dalam memberikan edukasi dan inovasi untuk masyarakat Desa Johorejo melalui program pemberdayaan yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan.