PALU - Kodam XXII/Palaka Wira mengirimkan personel untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Jono, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). "Prajurit sudah bergabung dengan tim di lapangan melakukan penanggulangan kebakaran," kata Panglima Kodam XXII/Palaka Wira Mayjen TNI J Binsar Perluhutan P Sianipar di Palu, Minggu. Binsar mengatakan laporan mengenai kebakaran diterima dari kawasan Gunung Sibavho dan Gunung Sidoe, Desa Jono, Kecamatan Dolo Barat. Api dilaporkan membakar area perkebunan milik warga. Untuk membantu proses penanganan, Kodam XXII/Palaka Wira mengerahkan personel Koramil 1306-04/Dolo dan Yonif TP 873/MM. Mereka bekerja bersama BPBD Sigi, ORARI Dolo Selatan, Polsek Dolo, Dinas Kesehatan, serta masyarakat Desa Jono. "Lokasi kebakaran diperkirakan berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman penduduk dengan estimasi luas lahan yang terdampak sekitar tiga hektare," ujarnya. Menurut Binsar, kondisi tersebut membuat tim di lokasi terus meningkatkan kewaspadaan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali menyebar ke wilayah lain. "Laporan kami masih terlihat satu titik asap di atas puncak gunung. Tanggung jawab kami bukan hanya kegiatan kemiliteran, tetapi juga dalam bentuk operasi lain termasuk penanganan karhutla," ucapnya. Ia memastikan personel TNI tetap siaga menghadapi perkembangan situasi di lapangan. Jika terdapat peningkatan titik api, prajurit akan segera mengambil tindakan bersama unsur terkait. Binsar juga mengimbau masyarakat Desa Jono untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada aparat maupun petugas apabila menemukan titik api. Selain itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Warga juga diingatkan untuk tidak membakar sampah secara sembarangan karena dapat memicu terjadinya kebakaran. "Masyarakat harus menjaga lingkungan masing-masing, karena kondisi cuaca saat ini ekstrem, suhu panas meningkat di tambah angin bertiup kencang makan sudah seharusnya kita mematuhi imbauan pemerintah guna mencegah karhutla," tutur Binsar.