JAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengajak seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang dimiliki anggota kepolisian harus mampu diwujudkan dalam bentuk inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, Rabu, Dedi menegaskan bahwa pangkat bukanlah hambatan untuk terus belajar, melakukan penelitian, maupun mengembangkan inovasi yang mendukung penyelesaian berbagai persoalan di Indonesia. “Setiap anggota Polri memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan diri, meneliti, berinovasi, dan mengabdikan ilmunya bagi masyarakat. Semangat terhadap ilmu pengetahuan harus menjadi dorongan untuk menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan bangsa,” ujarnya. Sebagai contoh, Dedi menyoroti kiprah Bripda Muhammad Putra Aulia, anggota Polri yang berhasil menggabungkan latar belakang akademik, pengalaman profesional, serta pengabdian kepada masyarakat dalam menghasilkan berbagai inovasi di bidang ketahanan pangan dan konsep Green Policing. Menurutnya, Bripda Putra menunjukkan bahwa kemampuan akademik yang dimiliki personel Polri dapat menjadi kekuatan institusi sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. “Inilah sosok anggota Polri yang ingin kami dorong. Mereka terus belajar, mengembangkan kompetensi, dan menerapkannya untuk kepentingan masyarakat. Keahlian yang dimiliki personel dapat mendukung berbagai program nasional, mulai dari ketahanan pangan, lingkungan hidup, kesehatan, teknologi, hingga pelayanan publik,” kata Dedi. Bripda Putra diketahui memiliki keahlian di bidang peternakan, teknologi hasil ternak, keamanan pangan, nutrisi hewan, teknologi pakan, biosekuriti, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan. Sebelum bergabung dengan Polri melalui jalur Bintara Kompetensi Khusus, ia sempat meniti pengalaman profesional di sektor industri. Salah satu pengalaman yang dijalaninya adalah magang di Balai Benih Inseminasi Buatan, dengan fokus pada teknologi reproduksi ternak, seleksi bibit unggul, dan teknik sexing semen. Setelah bertugas di Polda Riau, Bripda Putra mengembangkan Fertiplus Harmoni Hijau, pupuk ramah lingkungan yang telah diproduksi lebih dari 5,2 ton. Produk tersebut didistribusikan ke berbagai Polres dan Polsek di wilayah Polda Riau sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Selain itu, ia juga menciptakan Densifur, disinfektan berbahan sulfur multifungsi yang dapat dimanfaatkan di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Berbagai inovasi yang dikembangkan Bripda Putra dinilai sejalan dengan konsep Green Innovation dalam program Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan bersama Universitas Riau melalui pembentukan Pusat Studi Green Policing. Untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan kepolisian, Polri juga terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi melalui jaringan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri. Saat ini telah terbentuk 79 Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. Dari jumlah tersebut, 40 pusat studi telah beroperasi, 5 masih dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya sedang dalam proses pembentukan. Dedi menjelaskan bahwa pusat studi tersebut menjadi wadah kolaborasi antara personel Polri, akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mengembangkan ilmu kepolisian berbasis riset, inovasi, serta pendekatan evidence-based policing. Menurutnya, Polri ingin membangun budaya organisasi yang menghargai ilmu pengetahuan dan memberi ruang bagi setiap anggota yang memiliki gagasan, penelitian, maupun inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Polri harus menjadi rumah bagi inovasi. Siapa pun anggotanya dan apa pun pangkatnya, ketika memiliki ide serta penelitian yang berguna bagi masyarakat, harus diberikan kesempatan untuk berkembang. Kami juga ingin memperkuat kemitraan strategis dengan perguruan tinggi guna menghadirkan solusi bagi bangsa,” ujar Dedi Prasetyo.