BATANG, NETRALNEWS.COM - Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Di balik tembok pemasyarakatan, literasi juga menjadi bagian dari proses belajar, berkarya, mengembangkan keterampilan, sekaligus membangun kembali kepercayaan diri untuk menatap masa depan.Semangat tersebut ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang melalui partisipasinya dalam Festival Literasi Kabupaten Batang 2026 yang digelar di Gedung Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang, Senin (14/9/2026). Lapas Batang hadir tidak sekadar sebagai peserta, tetapi membawa pesan bahwa warga binaan juga mampu menghasilkan karya yang bernilai, produktif, dan layak diapresiasi masyarakat. Kehadiran Lapas Batang diwakili Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik & Giatja) Mu'ammar Fihri, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Desdy Purwanto, beserta jajaran staf. Pembukaan festival turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang, Duta Baca Indonesia, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, S.H., M.H. Mengusung tema “Merajut Harmoni Keluarga, Membangun Literasi untuk Indonesia”, Festival Literasi Kabupaten Batang berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 September 2026. Dari Balik Tembok Lapas, Lahir Karya Bernilai Salah satu daya tarik kehadiran Lapas Batang dalam festival tersebut adalah stan pameran yang menampilkan beragam produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Pengunjung dapat melihat langsung berbagai hasil karya, mulai dari busana berupa baju koko, produk peternakan seperti telur ayam, telur bebek, dan telur puyuh, hingga lukisan serta beragam kerajinan tangan. Produk-produk tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan dan pembinaan kepribadian. Warga binaan juga mendapatkan kesempatan untuk belajar, bekerja, berkarya, serta mempersiapkan keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Kehadiran produk warga binaan di ruang publik juga menjadi bagian dari upaya membangun perspektif baru mengenai pemasyarakatan. Menjalani pidana bukan berarti seseorang kehilangan kesempatan untuk berubah dan menghasilkan sesuatu yang positif. Kasi Binadik & Giatja Lapas Batang Mu'ammar Fihri mengatakan keterlibatan Lapas Batang dalam Festival Literasi menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat sekaligus membuka ruang interaksi positif antara karya warga binaan dan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi dan kemampuan untuk berkarya. Pembinaan yang dilakukan di Lapas diarahkan agar mereka memiliki keterampilan dan sikap produktif sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat,” ujarnya. Literasi untuk Membuka Jalan Perubahan Partisipasi Lapas Batang dalam Festival Literasi juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi di Kabupaten Batang. Literasi dipandang sebagai bagian penting dalam proses perubahan. Melalui pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani pembinaan, warga binaan diharapkan mampu membangun pola pikir yang lebih positif serta memiliki kesiapan menjalani kehidupan secara mandiri setelah bebas. Karena itu, stan Lapas Batang dalam festival tersebut tidak hanya menjadi tempat memamerkan produk. Stan itu juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan bahwa pembinaan merupakan proses memanusiakan manusia sekaligus mempersiapkan mereka kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat. Lapas Batang berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif, terukur, dan berorientasi pada kemandirian. Upaya tersebut juga dilakukan melalui perluasan kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas hasil pembinaan. Melalui Festival Literasi Kabupaten Batang, Lapas Batang membawa pesan bahwa dari balik tembok pemasyarakatan terdapat karya, harapan, dan masa depan yang sedang dipersiapkan. Partisipasi tersebut sekaligus menjadi langkah Lapas Batang untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkenalkan potensi warga binaan, serta membangun kepercayaan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah, berkarya, dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan.