PONOROGO – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Persemakmuran Eks-IAIN Sunan Ampel Kelompok 03 meluncurkan Peta UMKM Dukuh Ngepel, Desa Sempu, Kecamatan Ngebel, pada Jumat, 8 Agustus 2026 pukul 08.00–09.30 WIB silam, bertempat di Pos Kamling RW 1 RT 1. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama yang berfokus pada digitalisasi dan penguatan aksesibilitas UMKM setempat. Dukuh Ngepel dikenal memiliki beragam usaha rumah tangga berbasis pangan lokal, mulai dari olahan keripik pisang, tempe, hingga peternakan kambing Etawa penghasil susu segar. Namun, sebagian besar UMKM tersebut selama ini belum terdokumentasi dalam satu media informasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas maupun pendatang. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa merancang program pembuatan peta UMKM dengan memanfaatkan Google Maps sebagai basis penentuan lokasi, sekaligus menjadi sarana awal untuk mengenalkan keberadaan UMKM melalui media digital. Sebelum peluncuran, tim KPM lebih dulu melakukan observasi, identifikasi, dan pendataan langsung ke setiap lokasi UMKM. Proses ini juga melibatkan sosialisasi kepada perangkat Dukuh Ngepel dan para pelaku usaha, guna memperoleh persetujuan serta masukan mengenai informasi apa saja yang perlu dicantumkan dalam peta. Pelaku usaha turut diberi ruang untuk mengoreksi data yang kurang tepat, sehingga hasil akhir peta benar-benar mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Peta UMKM yang dihasilkan memuat sembilan aset usaha, yaitu Keripik Pisang Meika Dila, Keripik Pisang Bu Murtini, Keripik Pisang Laris Manis, Produksi Tempe, Keripik Tempe Sri Rejeki Cantika, Susu Kambing Etawa, Keripik Bote Chippy Bugy, BUMDes Manunggal, dan Toko Kelontong Bu Rini. Setiap titik usaha dilengkapi koordinat lokasi serta barcode yang dapat dipindai untuk mengakses lokasi usaha melalui Google Maps, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat dengan mudah menemukan lokasi UMKM yang dituju. Kegiatan peluncuran turut dihadiri Kepala Desa Sempu, Kamituwo Dukuh Ngepel, ketua RT/RW 1, serta RT 1/RW 2. Sebagai bentuk pengesahan dan dukungan resmi terhadap program, Peta UMKM tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Desa Sempu sebelum dipasang di Pos Kamling sebagai media informasi bagi warga maupun pendatang. Kehadiran perangkat desa dalam acara peluncuran ini menjadi bentuk pengakuan formal atas manfaat program bagi pengembangan UMKM ke depan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa sempat menemui kendala berupa keengganan sebagian pelaku UMKM untuk dicantumkan dalam peta karena khawatir informasi usahanya diketahui pemerintah dan berdampak pada kewajiban perpajakan. Kendala lain adalah keterbatasan vendor percetakan di wilayah pegunungan Desa Sempu, yang mengharuskan tim KPM mencari dan memesan kebutuhan cetak dari vendor di wilayah perkotaan, sehingga turut memengaruhi waktu pemesanan dan biaya pengiriman. Total anggaran yang dikeluarkan untuk pencetakan stiker peta, papan peta, banner Pos Kamling, hingga perlengkapan pendukung mencapai Rp873.200,00. Meski demikian, program ini tetap berhasil terlaksana sesuai rencana dan kini menjadi media informasi resmi mengenai persebaran usaha lokal di Dukuh Ngepel. Peta UMKM ini dirancang agar dapat terus diperbarui apabila terdapat penambahan atau perubahan UMKM di kemudian hari, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat. Penulis Berita : Neila Putri Shofiyana (Mahasiswi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) Fikrul 'Ilmi Nafi'uddin (Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya)