DEPOK — Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) merupakan program yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan melalui pembinaan, pendampingan, dan pengembangan usaha. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengubah ide dan inovasi menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan solusi terhadap permasalahan di masyarakat. Salah satu tim yang berhasil lolos dalam P2MW adalah tim Refоra, usaha yang dikembangkan oleh lima mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), yakni Alif Muhammad Faiz, Zalfa Uzielo Purnama Putra, Syaqila Ayu Pratiwi, Angel Febriana, dan Saluna Alya Sandhie. Refоra hadir dengan inovasi pengharum ruangan yang memanfaatkan limbah kertas sebagai bahan utama. Tidak hanya produknya, tim tersebut juga menggunakan seed paper sebagai kemasan yang dapat ditanam kembali setelah digunakan. Konsep tersebut membuat Refora tidak sekadar menawarkan produk pengharum, tetapi juga membawa pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Ide Refora bermula dari proses brainstorming dan riset yang dilakukan tim mengenai berbagai permasalahan lingkungan di sekitar mereka. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah limbah kertas. Dari riset tersebut, mereka kemudian menemukan konsep seed paper dan mencari produk yang dapat dikombinasikan dengan konsep tersebut. “Refоra ini produk yang berfokus pada bidang pengolahan limbah kertas. Limbah kertas ini kita proses untuk dijadikan pewangi atau pengharum ruangan. Packaging-nya sendiri menggunakan seed paper, jadi setelah customer beli, packaging-nya bisa ditanam,” ujar salah satu anggota tim Refora dalam wawancara. Mengubah Limbah Menjadi Produk Bernilai Salah satu keunggulan Refora terletak pada bahan yang digunakan. Jika produk pengharum ruangan pada umumnya menggunakan kemasan atau material berbahan plastik, Refora mencoba memanfaatkan limbah kertas sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Konsep tersebut kemudian diperkuat dengan penggunaan seed paper. Setelah produk digunakan, konsumen dapat menanam kemasan tersebut. Tim Refora menyediakan sejumlah pilihan bibit, di antaranya kangkung dan cabai. Dengan demikian, kemasan yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah dapat dimanfaatkan kembali.