MALANG - Kurangnya pendampingan belajar di luar jam sekolah menjadi salah satu tantangan yang dihadapi anak-anak usia prasekolah dan SD di Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Kondisi ini mendorong mahasiswa Universitas Negeri Malang melalui program UM Belajar Bersama Masyarakat (UMBBM) Semester Antara 2025/2026 menyelenggarakan bimbingan belajar selama empat minggu. Program ini bertujuan membantu meningkatkan kemampuan akademik dasar sekaligus memberikan ruang belajar yang menyenangkan agar motivasi belajar anak-anak semakin meningkat. Meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), mendampingi penyelesaian tugas sekolah, serta menumbuhkan motivasi belajar anak melalui pembelajaran interaktif. Program ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh anak. Kegiatan dilaksanakan pada 1–26 Juli 2026 oleh seluruh mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Desa Bogoran, dengan penanggung jawab program, yakni Zaskia Putri Ramadhani sebagai ketua, Arifah Ratna Mutia, Jihan Lilie Nur Saajidah, dan Muhammad Sandhi Rafsanjani sebagai koordinator, serta didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Zulfikar Waliyuddin Fattah, M.Pd. Sebanyak 60 peserta dibagi ke dua lokasi, yaitu Mushola Al-Amin dan Rumah Pak Yongkik. Pembelajaran menggunakan pendekatan learning through play dengan media kartu huruf, kartu angka, pendampingan tugas sekolah, serta ditutup dengan kegiatan outbound edukatif pada 26 Juli 2026. Program diikuti oleh 60 anak yang terbagi di dua lokasi belajar dengan masing-masing 30 peserta. Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana sesuai rencana dengan tingkat ketercapaian target mencapai 100%. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta motivasi belajar peserta. Kegiatan outbound edukatif juga berhasil meningkatkan kemampuan kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan diri anak-anak melalui permainan kelompok yang edukatif. Program ini berkontribusi terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memperluas akses pendampingan belajar bagi anak-anak desa melalui metode pembelajaran yang menyenangkan. Tantangan utama berupa perbedaan kemampuan belajar peserta diatasi dengan pembagian kelompok dan penggunaan media pembelajaran sederhana yang interaktif. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik sehingga meningkatkan partisipasi dan semangat belajar anak-anak. Selain meningkatkan kemampuan akademik dasar, program juga memperkuat keterampilan sosial melalui outbound edukatif. Dukungan pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan. Ke depan, model bimbingan belajar ini dapat dilanjutkan secara berkala oleh pemuda desa maupun mahasiswa pada periode berikutnya sehingga manfaatnya berkelanjutan dan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Bogoran.