TRENGGALEK - Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Semester Genap 2025/2026 menunjukkan kontribusi nyata melalui program digitalisasi marketing di kawasan wisata Curug Mangir, Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Program ini dilaksanakan sebagai upaya mengatasi menurunnya kunjungan wisata pasca-insiden fatal pada awal 2026 yang memunculkan stigma negatif terhadap keamanan lokasi. Kondisi tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar yang bergantung pada sektor wisata. Ketua Tim, Eka Andrianto, mengatakan inovasi pemasaran digital dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memulihkan citra destinasi sekaligus mendukung pariwisata lokal yang berkelanjutan. “Program ini bertujuan memulihkan citra Curug Mangir melalui strategi digital marketing berbasis media sosial, meningkatkan jangkauan promosi dan minat kunjungan wisatawan, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan komunitas lokal,” ucapnya melalui keterangan tertulis pada Minggu (26/07/2026). “Kegiatan ini mendukung SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital dalam promosi wisata serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi multipihak dalam pengelolaan destinasi wisata secara berkelanjutan,” imbuhnya. Program dilaksanakan oleh tim 7 mahasiswa UM BBM yang diketuai Eka Andrianto bersama Arifah Ratna Mutia, Cahya Rahmadhania, Muhammad Naufal Rizq Putra W., Nova Fitria Rizky, Putri Shinta Dwi Amalia, dan Rahma Uma Sitha Widhiarto di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Zulfikar Waliyuddin Fattah, M.Pd. Kegiatan berlangsung pada 19 Juni–2 Agustus 2026 di Curug Mangir, Dukuh Ngguli, Dusun Branjang, Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu koordinasi dan perizinan dengan Pemerintah Desa Bogoran serta Komunitas Remaja Kali Suren (RKS), observasi lapangan dan media sosial, penyusunan content planning, produksi dan publikasi konten promosi melalui TikTok menggunakan kamera dan perangkat lunak pengolah video, serta evaluasi melalui pendataan jumlah pengunjung dan interaksi media sosial. Strategi digital marketing yang diterapkan menghasilkan capaian yang melampaui target awal. Tim mahasiswa memproduksi dan mengunggah 17 konten promosi, dengan unggahan utama memperoleh 20.300 tayangan, 1.007 likes, serta puluhan pertanyaan melalui kolom komentar dan Direct Message mengenai rute maupun operasional wisata. Selama lima minggu pemantauan pada akhir pekan, tercatat 276 pengunjung datang ke Curug Mangir dengan rata-rata 20 pengunjung per hari, menunjukkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap destinasi tersebut. Ketua Komunitas Remaja Kali Suren (RKS), Dhika Mubarok, menyampaikan bahwa program ini memberikan semangat baru bagi pengelola untuk kembali mengembangkan Curug Mangir dan memperluas promosi wisata melalui media digital. "Pemuda pemudi RKS sangat merasa terbantu atas terbentuknya program ini. Berkat kehadiran UM BBM yang telah memberikan semangat baru untuk kembali mengembangkan Curug Mangir," Ujar Dhika. Pelaksanaan program menghadapi tantangan berupa kuatnya stigma negatif masyarakat pasca-insiden serta masih terbatasnya kemampuan pengelola dalam mengoptimalkan media sosial sebagai sarana promosi. Tantangan tersebut diatasi melalui penyusunan strategi konten yang menonjolkan keindahan alam, fasilitas, dan aspek keselamatan wisata, disertai pendampingan kepada pengelola dalam mengelola akun media sosial secara mandiri. Program ini memberikan pembelajaran bahwa pemanfaatan teknologi digital yang didukung kemitraan lintas sektor mampu menjadi solusi efektif dalam pemulihan destinasi wisata. Ke depan, pengelola disarankan menjaga konsistensi publikasi konten, memperkuat informasi mengenai standar keselamatan, serta memperluas promosi melalui berbagai platform digital agar jangkauan wisatawan semakin luas. Melalui inovasi digital tersebut, program berkontribusi terhadap SDGs 9 dengan memperkuat inovasi dan infrastruktur digital dalam promosi wisata, serta mendukung SDGs 17 melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Malang, Pemerintah Desa Bogoran, dan Komunitas Remaja Kali Suren (RKS). Keberlanjutan program dijamin melalui penyerahan pengelolaan akun media sosial kepada RKS sehingga promosi Curug Mangir dapat terus dilakukan secara mandiri setelah kegiatan UM BBM berakhir.