MALANG - Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Tematik 2026 Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana melaksanakan serangkaian program pemberdayaan masyarakat berbasis kopi di Desa Baturetno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang selama Juli 2026. Melalui berbagai pelatihan inovasi produk, mahasiswa berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas kopi sekaligus mengembangkan kreativitas masyarakat agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing. Rangkaian kegiatan diawali dengan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Kopi pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 18.30–20.00 WIB yang diikuti oleh pemuda Desa Baturetno. Pelatihan ini bertujuan memperkenalkan pemanfaatan bubuk kopi sebagai bahan dasar produk kreatif nonpangan. Setelah memperoleh materi dan demonstrasi, peserta mempraktikkan secara langsung pembuatan lilin aromaterapi hingga menghasilkan produk yang siap digunakan setelah proses pengerasan. Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta diperbolehkan membawa pulang hasil karya masing-masing beserta suvenir. Kegiatan ditutup dengan evaluasi melalui tanya jawab dan dokumentasi bersama. Program berikutnya dilaksanakan pada Selasa, 8 Juli 2026 pukul 18.00–20.35 WIB melalui Pelatihan Pembuatan Tasbih Berbahan Biji Kopi yang juga diikuti oleh pemuda Desa Baturetno. Peserta dibimbing mulai dari pemilihan biji kopi, proses pelubangan menggunakan bor mini, perangkaian hingga finishing. Selain meningkatkan kreativitas, pelatihan ini memperkenalkan biji kopi sebagai bahan kerajinan yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Setelah seluruh peserta menyelesaikan hasil karyanya, kegiatan dilanjutkan dengan kuis, pembagian hadiah, dokumentasi, serta pembuatan konten publikasi. Hasil tasbih yang telah dibuat juga diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh peserta sebagai contoh produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Koordinator Lapangan Pelatihan Tasbih Biji Kopi, Ad Ambar Rahmawati, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan upaya memperkenalkan potensi lokal kepada generasi muda. "Kami ingin mengenalkan bahwa biji kopi tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi, tetapi juga dapat diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual. Harapannya, kegiatan ini mampu menumbuhkan kreativitas sekaligus membuka wawasan pemuda-pemudi mengenai potensi yang dimiliki Desa Baturetno," ujarnya. Sebagai tindak lanjut dari pengembangan produk, mahasiswa UM BBM menyelenggarakan Pelatihan Packaging dan Branding Digital pada Sabtu, 19 Juli 2026 bagi pemuda Desa Baturetno. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal melalui teknik pengemasan yang menarik, penyusunan hampers, serta penguatan identitas merek Kinaryaretno. Produk yang dikemas meliputi lilin aromaterapi kopi, tasbih berbahan biji kopi, dan kain shibori. Selain praktik pengemasan, peserta juga memperoleh pendampingan mengenai branding digital melalui logo, desain kemasan, label produk, serta pemanfaatan media sosial Instagram dan TikTok sebagai sarana promosi. Sebagai bentuk keberlanjutan program, identitas merek beserta akun media sosial Kinaryaretno diserahkan kepada pemuda Desa Baturetno untuk dikelola secara mandiri. Koordinator kegiatan, Fathinaz Zahra, mengatakan bahwa kemasan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan nilai jual produk. "Produk yang baik akan memiliki nilai tambah apabila dikemas dengan rapi dan menarik. Melalui pelatihan ini, kami berharap pemuda Desa Baturetno dapat memahami bahwa packaging bukan hanya sebagai pembungkus, tetapi juga menjadi identitas produk yang mampu meningkatkan daya tarik serta kepercayaan konsumen," ujarnya. Rangkaian program kemudian ditutup dengan Pelatihan Pembuatan Brownies Kopi pada Minggu, 26 Juli 2026 di Balai Desa Baturetno yang diikuti oleh ibu-ibu Desa Baturetno serta guru SD Negeri 2 Baturetno. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah kopi menjadi produk pangan bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan maupun oleh-oleh khas desa. Peserta memperoleh materi, menyaksikan demonstrasi, kemudian mempraktikkan pembuatan brownies kopi secara berkelompok hingga proses pencicipan hasil sebagai evaluasi. Seluruh peserta diperbolehkan membawa pulang brownies kopi hasil praktik, kemudian kegiatan ditutup dengan dokumentasi dan foto bersama. Koordinator Desa UM BBM Tematik Desa Baturetno menyampaikan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan baru kepada masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya produk olahan kopi yang memiliki daya saing. "Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu Desa Baturetno, untuk mengembangkan produk olahan kopi yang inovatif. Melalui brownies kopi, masyarakat dapat memanfaatkan potensi kopi lokal menjadi produk bernilai tambah yang berpeluang dikembangkan sebagai usaha rumahan maupun oleh-oleh khas desa," ujarnya. Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa UM BBM Universitas Negeri Malang berharap masyarakat Desa Baturetno mampu mengembangkan berbagai inovasi berbasis kopi menjadi produk unggulan yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Sinergi antara inovasi produk, pengemasan yang menarik, serta pemasaran digital diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Program ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat identitas Desa Baturetno sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Kabupaten Malang.