TLOGOSARI, DONOMULYO – Mahasiswa Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Kelompok 2 Desa Tlogosari sukses menyelenggarakan program "Sosialisasi Anti-Hipertensi & Demonstrasi Masak Daun Kelor" di Balai Desa Tlogosari pada Sabtu (4/7/2026). Mengusung tema "Ibu Cerdas, Tensi Pas: Keluarga Sehat Berkualitas", kegiatan ini sukses merangkul target sasaran utama dengan tepat, yaitu para ibu-ibu dan lansia desa setempat. kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat, mengenai pentingnya pencegahan hipertensi melalui gaya hidup sehat dan pemanfaatan bahan pangan lokal. Rangkaian acara diawali sejak pukul 07.00 WIB dengan kegiatan senam pagi rutin bersama ibu-ibu PKK di balai desa. Setelah tubuh kembali segar, para peserta melakukan registrasi presensi sebelum dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Master of Ceremony (MC), menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta penyampaian sambutan dari Koordinator Kelompok Mahasiswa UM BBM dan Ketua PKK Desa Tlogosari. Sesi edukasi utama dibawakan oleh pemateri Dalilah Nurjihan Sofyan, Pemaparan materi kesehatan menjelaskan bahwa hipertensi merupakan “The Silent Killer” atau pembunuh senyap yang sering kali muncul tanpa gejala yang disadari. Pemateri memaparkan faktor risiko, gejala, hingga penanganan hipertensi dengan membatasi asupan garam harian. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada beragam superfood penurun tekanan darah alami, seperti timun, semangka, pisang, bawang putih, seledri, ikan kembung, hingga keajaiban daun kelor (Miracle Tree) yang kaya akan kalium. Di tengah-tengah berlangsungnya pemaparan materi ini, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah (cek tensi) secara bergiliran bagi semua ibu-ibu tanpa mengganggu kekondusifan dan jalannya acara utama. Kemeriahan acara berlanjut pada sesi demonstrasi masak interaktif, di mana mahasiswa UM BBM Desa Tlogosari mempraktikkan langsung olahan sehat berupa Rolade Tahu Kelor. Ibu-ibu PKK tampak antusias menyimak proses penyiapan adonan hingga teknik pengolahan masakan tersebut. Sesi ini disusul dengan kegiatan "icip-icip", di mana para peserta berkesempatan mencicipi langsung hasil olahan masakan sehat tersebut dan memberikan respon yang sangat positif. Kegiatan diakhiri dengan penyampaian kesimpulan, sesi penutupan, dan foto bersama antara panitia dengan seluruh peserta. Sebagai penutup rangkaian acara, saat ibu-ibu hendak pulang ke rumah masing-masing, panitia membagikan leaflet edukasi kesehatan dan resep masakan. Pembagian leaflet ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi para peserta untuk menerapkan resep sehat Rolade Tahu Kelor serta menjalankan pola hidup cegah hipertensi di lingkungan keluarga mereka.