SURABAYA, NETRALNEWS.COM – Kepadatan penduduk dan terbatasnya lahan terbuka hijau di perkotaan seringkali menjadi kendala bagi warga untuk melestarikan lingkungan. Menjawab tantangan tersebut, Saiful Richi, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang tergabung dalam Kelompok NR 4, menginisiasi gerakan penghijauan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Pegirian, Surabaya. Dalam kegiatan ini, Saiful Richi bersama timnya memperkenalkan sistem budidaya hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Pendekatan teknologi pertanian modern ini dinilai sangat adaptif untuk dijadikan solusi penghijauan di lahan yang sempit atau lorong-lorong pemukiman padat. Edukasi diawali dengan pemaparan teori secara komprehensif terkait rancang bangun instalasi perpipaan yang dapat disusun secara vertikal. "Sistem hidroponik DFT ini memungkinkan warga menanam sayuran hijau seperti pakcoy tanpa memerlukan pekarangan yang luas. Ini adalah langkah praktis dan cerdas untuk memulai gerakan penghijauan langsung dari teras rumah masing-masing," ujar Saiful Richi di sela-sela pemaparan materi kepada warga. Lebih dari sekadar teori rancang bangun, fokus utama edukasi yang dibawakan oleh Richi adalah manajemen kualitas air. Dalam sistem pertanian tanpa tanah, air bertindak sebagai "nyawa" utama yang menyalurkan nutrisi. Oleh karena itu, Saiful secara langsung memandu warga mempraktikkan tata cara penakaran dan pencampuran nutrisi khusus tanaman (AB Mix). Tidak berhenti di situ, warga juga diajarkan menggunakan alat pengukur khusus untuk mengecek kadar pH (keasaman) air. Pengecekan teknis ini sangat ditekankan agar warga benar-benar memahami standar air yang ideal untuk memastikan tanaman dapat tumbuh subur dan optimal. Pendekatan edukatif dan interaktif yang dibawakan oleh Richi dan kelompoknya ini dirancang sebagai pemantik kesadaran masyarakat. Melalui program pengabdian kepada masyarakat tersebut, pengenalan teknologi hidroponik diharapkan dapat mendukung inisiatif pelestarian lingkungan secara mandiri. Dengan langkah awal ini, kawasan Pegirian memiliki peluang besar untuk terus bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih asri, hijau, dan produktif. Identitas Penulis: Saiful Richi adalah mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.