SITUBONDO - Ratusan warga pesisir Situbondo mengikuti pembacaan Maulid Burdah yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, KH Adziem Ibrahimy Asad Samsul Arifin. Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (2/9) atau bertepatan dengan 20 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Acara berlangsung pada malam hari setelah salat Isya. Uniknya, pembacaan Maulid Burdah tidak dilaksanakan di daratan, melainkan di tengah laut, sekitar tiga menit perjalanan dari bibir pantai menggunakan perahu. Suasana malam yang tenang dengan hembusan angin yang tidak terlalu kencang serta cahaya rembulan menambah kekhusyukan kegiatan tersebut. Perahu yang digunakan juga dilengkapi sistem suara berukuran besar dan iringan hadrah rebana yang mengiringi jalannya acara. Selain melantunkan syair-syair Burdah karya Imam Al-Bushiri, para peserta turut mengumandangkan selawat bersama selama kegiatan berlangsung. Pembacaan Maulid Burdah digelar sekitar 45 menit. Meski berlangsung relatif singkat, suasana teduh, damai, dan menenangkan terasa menyelimuti para peserta. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh KH Adziem Ibrahimy Asad Samsul Arifin yang baru meraih gelar doktor dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Membaca maulid dan berselawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW sekaligus mempererat hubungan spiritual umat dengan Nabi. Tradisi tersebut juga menjadi wujud kecintaan kepada Rasulullah yang terus dijaga sepanjang waktu. Salah seorang santri Ponpes Asembagus, Zaidan, mengatakan kegiatan pembacaan maulid di laut telah beberapa kali dilakukan oleh sang pengasuh pesantren. "Digelar malam, dan sehabis Maulud ada acara makan-makan, kadang di kapal kadang makan-makan juga digelar di pinggir pantai selepas maulid bersama masyarakat setempat dan diikuti santri," ungkap Zaidan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat kebersamaan antara santri dan masyarakat sekitar melalui acara makan bersama setelah pembacaan maulid selesai.