JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkap peningkatan tunjangan profesi guru (TPG) di lingkungan Kementerian Agama telah mencapai 700 persen. Peningkatan tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini disampaikan Menag dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Menurut Nasaruddin, peningkatan pemberian hak melalui TPG ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam menyiapkan SDM menuju Indonesia Emas 2045. "Peningkatan kompetensi guru melalui pendidikan profesi guru (PPG) dan pemberian hak melalui tunjangan profesi guru telah mengalami kenaikan 700 persen, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia," kata Nasaruddin. Jumlah Guru Kemenag Sertifikasi Tunjangan profesi guru (TPG) Kemenag merupakan tunjangan yang diberikan kepada guru Kemenag yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Program ini dirancang agar guru mendapatkan sertifikat pendidik. Guru sertifikasi inilah yang berhak menerima TPG. Berdasarkan data Kementerian Agama, sebanyak 58 persen dari keseluruhan total guru binaan atau sebanyak 479.802 guru Kemenag telah mengantongi sertifikat pendidik. Masih ada sekitar 341.717 guru binaan Kemenag yang belum tersertifikasi. Kemenag menargetkan seluruh guru binaan telah tersertifikasi di tahun 2027 Saat ini TPG bagi guru ASN Kemenag diberikan sebesar 1 kali gaji pokok per bulan. Bagi guru non ASN, TPG yang diterima sebesar Rp2.000.000 per bulan. Kemenag menyalurkan TPG secara bertahap yakni setiap triwulan atau per tiga bulan sekali setelah proses validasi data selesai dilakukan. Peningkatan Kualitas Pendidikan Selain mengumumkan peningkatan kompetensi, Menag juga menjelaskan fokus pemerintah yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan lewat berbagai program. Dijelaskan Nasaruddin, setidaknya sebanyak 5,1 juta siswa di lingkup Kementerian Agama telah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Tak hanya itu, 289.295 mahasiswa juga menjadi pemegang resmi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Disamping itu, pemerintah juga memberikan beasiswa bagi para pelajar untuk melanjutkan studinya ke Amerika Serikat, Timur Tengah dan Eropa. Lebih lanjut, Menag membeberkan Kementerian Agama telah melakukan revitalisasi 556 madrasah dan sekolah keagamaan di seluruh Indonesia. Kemenag juga telah membangun 352 madrasah serta 34 perguruan tinggi keagamaan negeri. Kemenag juga melakukan transformasi pendidikan lewat digitalisasi pembelajaran. Guna mendukung digitalisasi pembelajaran, Kemenag menyalurkan 2.180 papan interaktif digital ke 551 madrasah. Program-program tersebut dilakukan Kemenag guna membangun kualitas manusia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dikatakan Nasaruddin, pencapaian tersebut menjadi amanat yang akan terus ditingkatkan sebagai wujud pengabdian kepada umat, bangsa dan negara. "Bagi kami, seluruh capaian itu bukanlah garis akhir, melainkan amanat untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara," ucapnya.***