SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Rasa takut berbicara di depan umum masih menjadi tantangan besar bagi banyak mahasiswa dan generasi muda. Kecemasan, gugup berlebihan, hingga rasa tidak percaya diri kerap muncul ketika harus menyampaikan gagasan di hadapan audiens. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi performa akademik, tetapi juga berdampak pada kesiapan individu menghadapi dunia profesional yang menuntut kemampuan komunikasi efektif. Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Shandy Amalia Nurheriansyah (1152400030), Kelas G, menilai bahwa ketakutan berbicara di depan umum sering kali berakar dari pengalaman pribadi dan lingkungan sosial. Menurutnya, banyak individu sebenarnya memiliki ide yang baik, namun terhambat oleh rasa takut salah, takut dinilai, atau cemas menjadi pusat perhatian. “Kepercayaan diri bukan soal bakat semata, tetapi soal keberanian untuk mencoba dan berlatih secara konsisten,” ujarnya, Kamis (18/12/2025). Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UNTAG Surabaya, Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., menjelaskan bahwa public speaking merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih secara bertahap. Ia menekankan pentingnya penguasaan materi, pengelolaan emosi, serta pemahaman audiens. "Ketika seseorang memahami apa yang ingin disampaikan dan kepada siapa pesan itu ditujukan, rasa takut perlahan akan berkurang. Komunikasi yang efektif lahir dari kesiapan dan latihan,” tuturnya. Pandangan serupa juga disampaikan oleh praktisi komunikasi dan pelatih pengembangan diri. Berdasarkan pendekatan psikologi komunikasi, membangun kepercayaan diri di depan umum dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti latihan pernapasan, simulasi berbicara dalam kelompok kecil, serta evaluasi diri yang konstruktif. Dukungan lingkungan, baik dari teman maupun dosen, dinilai berperan penting dalam menciptakan ruang aman untuk belajar dan berkembang. Di era digital saat ini, kesempatan melatih public speaking semakin terbuka melalui berbagai platform, mulai dari presentasi daring, diskusi virtual, hingga pembuatan konten edukatif. Kondisi ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana melatih keberanian sekaligus membangun kepercayaan diri secara bertahap. Kemampuan berbicara di depan umum tidak lagi dipandang sebagai kelebihan tambahan, melainkan sebagai kebutuhan dasar dalam dunia akademik dan profesional. Membongkar rasa takut dan membangun kepercayaan diri di depan umum menjadi proses yang memerlukan kesadaran, kemauan, dan latihan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat serta dukungan lingkungan pendidikan, public speaking dapat menjadi jembatan bagi individu untuk mengekspresikan gagasan secara maksimal dan berkontribusi aktif dalam ruang publik.