JAKARTA, NETRALNEWS.COM— Wacana perluasan jalur MRT hingga Balaraja kembali mencuri perhatian. Rencana yang masih dalam tahap kajian ini dinilai bisa menjadi pilihan baru bagi warga yang sehari-hari bergantung pada akses Jakarta–Banten, sekaligus membuka peluang pengurangan kemacetan di ibu kota, Kamis (5/2/2026). Sambutan positif datang dari Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh. Ia menilai rencana MRT rute Kembangan–Balaraja sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas kawasan penyangga menuju Jakarta. Rute Panjang, Stasiun Lebih Banyak Nova menyebut, rencana perluasan MRT tersebut memiliki panjang lintasan sekitar 30 kilometer. Dalam perencanaannya, jalur ini akan dilengkapi dengan 21 stasiun yang pembangunannya melibatkan para pengembang. Menurutnya, skema ini tidak hanya menambah pilihan transportasi, tetapi juga memperkuat akses masyarakat menuju pusat aktivitas di Jakarta. “Saya kira ini sangat bagus. Artinya, ini akan memperkuat konektivitas menuju Jakarta dan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan,” ujar Nova. Jakarta Tak Bisa Lepas dari Wilayah Penyangga Nova menegaskan, pengembangan transportasi massal di Jakarta tidak bisa dipisahkan dari peran wilayah di sekitarnya. Interkoneksi antardaerah disebut menjadi kunci dalam menciptakan sistem transportasi yang efisien dan terintegrasi. Ia mencontohkan, saat ini Transjakarta sudah terhubung dengan Bogor, Depok, dan sejumlah kawasan lain melalui enam rute yang ada. Kehadiran MRT hingga Balaraja dinilai akan memperkuat pola konektivitas tersebut. Dengan koneksi ini, akses masyarakat khususnya pekerja dari wilayah Banten dan Bogor yang beraktivitas di Jakarta—diharapkan menjadi lebih beragam. Masih Tahap Kajian, Dampak Belum Dihitung Meski dinilai menjanjikan, Nova menekankan bahwa pengembangan MRT hingga Balaraja masih berada pada tahap kesepahaman dan kajian. Potensi pengurangan kemacetan belum dapat diukur secara langsung. Namun, ia optimistis dampak positif akan terlihat seiring pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun-stasiun MRT. Konsep ini diharapkan dapat menyebarkan pergerakan masyarakat agar tidak terpusat di satu titik saja di Jakarta. Opsi Parkir dan Lanjut MRT Dalam kawasan TOD, rencananya juga akan disiapkan fasilitas parkir. Skema ini memberi pilihan bagi masyarakat untuk memarkir kendaraan di sekitar stasiun, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan MRT menuju Jakarta. Menurut Nova, pola mobilitas seperti ini berpotensi menjadi kebiasaan baru, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah penyangga dan setiap hari beraktivitas di ibu kota. Rencana perluasan MRT hingga Balaraja memang masih menunggu hasil kajian lanjutan. Namun, arah pengembangannya memberi gambaran tentang upaya membuka pilihan transportasi yang lebih terintegrasi bagi warga Jakarta dan sekitarnya.