BANJARNEGARA, NETRALNEWS.COM - Kabar mengejutkan datang dari arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) siang ini. Terlihat dari potongan video yang beredar, ratusan massa terlibat saling dorong yang akhirnya membuat pagar pembatas Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, akhirnya roboh. Menurut informasi salah satu peserta asal Kabupaten Demak saat di hubungi melalui telfon menjelaskan, ketegangan terjadi saat sidang pleno terkait membahas tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU dan Rais Aam, khususnya terkait klausul iddah politik. “Massa yang merangsek masuk sekitar pukul 13.44 WIB membuat fasilitas di depan area sidang rusak,” jelas Yanto, Minggu, (30/8/2026). Yanto juga menceritakan, kericuhan sempat meluas dan ada adu fisik sesama demonstran yang saya itu ingin memaksa masuk, berjarak hanya 35 meter dari ruang pleno. Dalam video yang beredar luas, diduga massa mencoba merengsek masuk diduga pendukung Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf. Oleh karena itu, Sidang Pleno IV Penetapan Tata Tertib (Tatib) sempat menyebutkan secara khusus mengenai syarat calon ketua umum PBNU. Dalam sidang tersebut, muncul aspirasi agar masa jeda eks pejabat politik dihapus atau dikurangi setidaknya enam bulan. Sedangkan peraturan dalam perkumpulan NU tersebut, eks pejabat politik harus menunggu selama 1 tahun sejak kemunduran/berhenti dari jabatan politik untuk bisa mencalonkan diri sebagai ketum PBNU. Aturan tersebutlah yang menjadi polemik karena disinyalir akan menjegal bakal ketum PBNU lainnya, termasuk Gus Yusuf yang baru saja melepas jabatan sebagai Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah pada Februari 2026. Perdebatan tersebut akhirnya sampai pada titik temu dan diskusi sidang. Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui pasti asal kelompok massa yang terlibat, maupun laporan terkait korban luka. Situasi di sekitar lokasi muktamar masih menjadi pusat perhatian seiring berjalannya aksi protes.