JOMBANG - Salah satu kandidat Ketum PBNU,KH Zulfa Musthofa menyatakan siap ditugaskan dimana pun. “Pastinya sudah, saya sudah setengah tahun intensif dg online maupun offline Dan saya keliling lebih 400 PCNU bahkan mengomel-ranting,” buka KH Zulfa Musthofa kepada awak media,Ahad (30/8). “Alhamdulillah ,mayoritas menyetujui proses pemilihan melalui Ahwa, terbukti. Ini adalah amal jariyah kami, ikhtiar kita memilih Ketum PBNU baik, dimana menyerahkan kepada PC -PC agar memilih Syuriah sampai Syuriah terpilih dan memilih ketua umum PBNU (mandatoris). KH Zulfa Musthofa yang sebelumnya adalah Wakil Ketua PBNU juga melihat ada persoalan di PBNU. Ada tata kelola, hubungan PB dg PW, dengan PC. Internal ada pembagian tugas, agar bidang dan lembaga agar bisa berjalan (pembidangan dan tupoksi). Badan otonom juga ditata dengan baik. Hubungan eksternal dengan pemerintah, Umara dan ulama, dijaga dengan baik-baik,” harap KH Zulfa. Demikian pula hubungan baik NU dengan partai politik. “Dengan partai-partai politik, NU menjaga kedekatan yang sama. Di mana kita bisa bekerja sama dengan partai politik untuk menjaga akidah Akhlussunah Waljamaah,” jelas KH Zulfa Musthofa. “Dengan organisasi Islam yang lain , dengan Muhammadiyah sudah berjalan dengan baik, dan akan kita tingkatkan,, serta organisasi keagamaan lainnya , bahkan agama lain serta organisasi dunia dibina dg baik,” harap KH Zulfa. Dalam proses pemilihan yang akan dilihat hasilnya sampai magrib (malam), agar kompetisi kandidat berjalan aman, berjalan baik,"Saya sudah dan sedang berhubungan dengan lima kandidat yang lain. Di NU ada musyawarah mufakat. Bermusyawarahlah untuk urusan kalian , agar teduh dan baik. Ini adalah kesempatan bagi Anda yang memiliki ahlul ikhtiar, memilih calon dan kandidat. Anda kljufa kebebasan memilih, agar gunakan hak itu untuk kemaslahatan Jamiyyah NU," pungkas KH Zulfa Musthofa sambil membiarkan proses pemilihan Ahwa bisa berlangsung sampai nanti malam.(***) Aji Setiawan