MOJOKERTO, NETRALNEWS.COM - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali mengirim para mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan pengabdian masyarakat. Pada tahun ini, mahasiswa R-19 (Reguler 19) di tempatkan sebuah desa yang berlokasikan Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Rizky Ramadhani Prasetya merupakan mahasiswa dari program studi Ekonomi Pembangunan menjadi salah satu dari anggota 34 KKN R-19 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Aidil Primasetya Armin, S.ST., MT. Kelompok R-19 dari mahasiswa tersebut, memilih mengabdikan pelatihan ecoprint dasar berbasis bahan alami untuk Ibu PKK di Desa Tamiajeng Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. "Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi alam berupa daun dan tanaman sekitar yang dapat dimanfaatkan sebagai media kegiatan kreatif berbasis lingkungan," kata Rizky, Minggu (11/1/2026). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan ibu-ibu PKK sebagai mitra dalam pengembangan keterampilan kreatif yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah terbatasnya aktivitas edukatif berbasis lingkungan serta minimnya pemanfaatan bahan alami sebagai media pembelajaran dan kreativitas. Sebagai solusi, dilaksanakan pelatihan ecoprint dasar berbasis bahan alami yang bersifat aplikatif, sederhana, dan aman bagi peserta. Melalui metode praktik langsung, para ibu PKK dilatih menyusun daun, melakukan proses pemukulan, hingga pengolahan kain dan totebag menjadi produk ecoprint bernilai estetika. Selain pelatihan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan bahan alami secara ramah lingkungan guna meningkatkan kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan. Pelatihan ini mampu meningkatkan kreativitas, keterampilan motorik halus, serta partisipasi aktif ibu PKK dalam kegiatan edukatif. Produk ecoprint yang dihasilkan menjadi bukti nyata keberhasilan kegiatan sekaligus membuka peluang pengembangan aktivitas kreatif di lingkungan masyarakat. Keterlibatan ibu-ibu PKK diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program agar kegiatan ecoprint dapat dilanjutkan secara mandiri di tingkat keluarga dan desa. "Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi lingkungan melalui teknologi sederhana dapat menciptakan kegiatan pengabdian yang edukatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," katanya.