SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam memantau keberadaan orang asing, organisasi masyarakat (ormas) asing, serta tenaga kerja asing (TKA) di wilayah tersebut. Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan mengatakan pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk membantu menjaga keamanan dan kondisi wilayah. “Kami ada Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing) tentu untuk mengoptimalkan ini. Namun, peran dan fungsi masyarakat sangat penting," kata Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu. Menurut Eka, partisipasi warga diperlukan agar pemerintah memperoleh dukungan dalam memantau perkembangan situasi di lingkungan masing-masing. Hal tersebut dinilai semakin penting seiring dengan perkembangan Jakarta sebagai kota global. Ia menyebut sejumlah unsur masyarakat perlu mendapatkan edukasi agar mampu berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. "Terutama pengelola apartemen, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), RW, RT dan tokoh masyarakat, tokoh agama perlu kita edukasi supaya mereka bisa membantu kita dengan baik dalam rangka ikut aktif menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah mereka masing-masing," jelas Eka. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot Jakarta Timur telah mengadakan sosialisasi bertajuk "Peningkatan Peran dan Fungsi Masyarakat dalam Melakukan Pemantauan Orang Asing, Ormas Asing dan Tenaga Kerja Asing di Jakarta Timur". Kegiatan itu berlangsung di Kantor Walikota Jakarta Timur pada Jumat (28/8). Acara yang digelar Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Timur tersebut diikuti oleh 90 peserta. Eka menjelaskan bahwa peserta sosialisasi memiliki posisi penting karena menjadi salah satu garda terdepan dalam memantau kondisi sosial politik yang berkembang di tengah masyarakat. "Saya berharap, semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai tujuannya," ucap Eka. Selain meningkatkan kemampuan pemantauan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengantisipasi dampak yang lebih luas apabila muncul potensi konflik yang berkaitan dengan keberadaan orang asing, tenaga kerja asing, maupun ormas asing. "Setiap arahan dan informasi dari para narasumber sebaik mungkin dalam kegiatan ini serta jadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan," katanya.