JAKARTA, NETRALNEWS.COM— Proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera terus menunjukkan perkembangan. Jumlah pengungsi berangsur menurun, aktivitas ekonomi mulai berjalan kembali, dan layanan dasar perlahan pulih seiring upaya rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) melaporkan bahwa penanganan difokuskan pada pengurangan jumlah pengungsi, pemulihan layanan dasar, pengaktifan kembali kegiatan ekonomi masyarakat, serta penyediaan hunian sementara di wilayah terdampak Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengungsi Terus Berkurang Berdasarkan rekap data Satgas PRR, jumlah pengungsi tercatat 102.480 jiwa. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kondisi awal pascabencana yang mencapai lebih dari dua juta jiwa. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar warga terdampak telah kembali ke rumah masing-masing, menempati hunian sementara, atau tinggal di lokasi yang dinilai layak dan aman. Kondisi ini menjadi indikator awal bahwa situasi di lapangan mulai bergerak menuju fase yang lebih stabil. Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih Tanda-tanda pemulihan juga terlihat dari sektor ekonomi kerakyatan. Sebanyak 553 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak dilaporkan kembali beroperasi. Rinciannya, 465 pasar berada di Aceh, 57 pasar di Sumatera Utara, dan 31 pasar di Sumatera Barat. Kembalinya aktivitas pasar memberi ruang bagi masyarakat untuk kembali berusaha dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berfungsinya pasar rakyat ini turut didukung oleh pemulihan akses jalan dan distribusi logistik yang terus diperbaiki. Bantuan Hunian Terus Disalurkan Dalam aspek perumahan, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) di wilayah terdampak telah mencapai lebih dari 90 persen secara agregat. Penyaluran tertinggi tercatat di Sumatera Barat dengan capaian 97,06 persen, disusul Aceh 91,90 persen, dan Sumatera Utara 86,12 persen. Skema penyaluran langsung ke rekening penerima diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan secara mandiri sambil menunggu pembangunan hunian tetap. Akses Jalan dan Jembatan Kembali Fungsional Pemulihan konektivitas darat menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan wilayah. Satgas PRR melaporkan seluruh jalan dan jembatan nasional berada dalam kondisi fungsional, sehingga mobilitas antarwilayah utama kembali berjalan. TNI Angkatan Darat melalui Kodam Iskandar Muda dan Kodam I/Bukit Barisan juga telah menyelesaikan pembangunan serta perbaikan sejumlah jembatan darurat, terutama di wilayah Aceh. Sementara itu, Polri mencatat perbaikan akses darat di Sumatera Barat telah rampung, dengan proses lanjutan masih berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara. Layanan Dasar Tetap Dijaga Selain infrastruktur dan ekonomi, pemulihan layanan dasar turut menjadi perhatian. Hingga kini, telah dibangun 666 sumur bor dan 168 unit MCK di wilayah terdampak untuk mendukung kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat. Upaya ini dilakukan agar warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi yang lebih layak. Fokus Pemulihan Kehidupan Masyarakat Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Fokus utama diarahkan pada upaya memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. Dengan berkurangnya jumlah pengungsi dan mulai pulihnya aktivitas ekonomi, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dinilai telah memasuki fase yang lebih stabil. Satgas PRR juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah diperbaiki serta mendukung proses pemulihan lanjutan, termasuk pembangunan hunian tetap yang dilakukan secara bertahap.