JAKARTA, NETRALNEWS.COM — Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025). Pemeriksaan itu berhubungan dengan penyelidikan dugaan dalam pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB). RK tiba sekitar pukul 10.44 WIB bersama tim kuasa hukum. Ia mengatakan kedatangannya merupakan bentuk dukungan terhadap proses hukum dan kesediaannya memberikan keterangan. “Saya siap memberikan informasi seluas-luasnya terkait perkara ini,” ucap RK setibanya di KPK. Nama RK terseret setelah KPK menelusuri aliran dana yang berkaitan dengan kasus BJB, termasuk memeriksa transaksi keuangan dirinya dan keluarganya. Penyudik diketahui juga bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri arus dana yang dianggap janggal. Pembelian Mobil Habibie Jadi Sorotan Salah satu temuan penyidik adalah pembelian Mercedes-Benz milik Presiden ketiga RI BJ Habibie yang dilakukan RK melalui putranya, Ilham Habibie, dengan cara mencicil. Uang cicilan itu kemudian dikembalikan oleh Ilham kepada KPK sehingga mobil yang sempat disita akhirnya dikembalikan. Ilham menyebut kendaraan tersebut belum lunas saat dibeli RK, serta mengaku tidak mengetahui sumber dana yang digunakan. KPK juga mencatat adanya perubahan warna kendaraan tersebut semasa yang dimiliki RK. Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima tersangka, termasuk mantan Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi. Para tersangka diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp222 miliar melalui dana nonbujeter. RK Tegaskan Dana Pribadi Usai diperiksa sekitar enam jam, RK mengaku senang akhirnya bisa memberi klarifikasi. “Inilah saat yang saya tunggu. Bentuk penghormatan saya kepada hukum,” ujarnya. RK menegaskan bahwa motor gede Royal Enfield dan Mercedes-Benz yang sempat disita tidak dibeli menggunakan uang korupsi. “Semua menggunakan dana pribadi. Tidak ada hubungan dengan perkara ini,” kata RK. KPK melalui juru bicaranya, Budi Prasetyo, menyebut pihak penyidik memiliki bukti lain terkait sumber dana yang digunakan RK. “Penyidik tidak hanya mengacu pada satu keterangan. Ada bukti lain yang sedang dianalisis,” ujar Budi.