REMBANG, NETRALNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memakan korban, setelah Sidoharjo, kini sebanyak 777 siswa dan guru SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG. Hampir sama dengan kasus dugaan keracunan lainnya, para siswa dan guru mengalami diare, muntah, mual, pusing hingga lemas. Sehingga kondisi tersebut membuat aktivitas pembelajaran terganggu, dan akhirnya siswa dipanggil lebih awal karena banyak yang mengalami keluhan secara bersamaan. Setelah makan menu MBG yang terdiri dari nasi, ayam bakar, tempe, lalapan, sambal teri dan semangka potong, sejumlah siswa dan guru langsung mengeluh pusing dan mual. Dilansir dari Indonesia.id, makanan MBG berasal dari SPPG Soditan, Lasem, kejadian yang terjadi pada Rabu, (2/9/2026) tersebut kini sedang dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Guna memastikan kondisi para siswa dan guru SMAN 1 Rembang yang diduga mengalami keracunan MBG, media netralnews.com mencoba menghubungi salah satu media lokal Kabupaten Rembang. Kepada netralnews Kristian mengungkapkan, saat ini beberapa siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan langsung masih mendapatkan peranawan yang intensif. “Kebanyakan yang masih mendapatkan perawatan itu yang mengalami gejala lebih berat, seperti masih adanya siswa dan guru mengalami muntah berulang, kalau yang lainnya sudah ada yang boleh pulang,” jelas Kristian salah satu wartawan media lokal Rembang, Kamis, (3/9/2026). Masih kata Kristian, “Kasus ini kini menjadi sorotan masyarakat dan media di Rembang, karena kasus ini keluhan dengan jumlah besar yang dialami para siswa saat mengonsumsi makanan dari program yang seharusnya menjamin menyediakan nutrisi sekaligus keamanan pangan ini, kasus ini jangan sampai hanya minta maaf dan tutup SPPG sementara, tapi harus ada tindakan hukum yang serius, karena ini nyawa manusia, tidak ada yang meninggal, dan untuk kelanjutannya pihak terkait sudah mengambil sampel makanan untuk memastikan apakah kejadian tersebut benar merupakan makanan,” tegas Kristian. Adanya banyaknya kasus keracunan MBG, Pemerintah dan pengelola diharapkan tidak menutup-nutupi hasil pemeriksaan. “Jika ditemukan kelalaian dalam pengolahan, penyimpanan, maupun pendistribusian makanan, harus ada evaluasi dan tindakan tegas, sebab program makan gratis untuk anak sekolah tidak boleh justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi mereka yang menjadi penerima manfaat,” pungkas Kristian.