PONOROGO, NETRALNEWS.COM - Sebanyak sembilan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dukuh Ngepel, Desa Sempu, kini telah terdaftar di Google Maps berkat pendampingan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Persemakmuran Eks-IAIN Sunan Ampel Kelompok 03. Program tersebut bertujuan meningkatkan visibilitas lokasi usaha sehingga lebih mudah ditemukan oleh warga setempat maupun konsumen dari luar daerah. Program pendampingan ini dirancang berdasarkan hasil pemetaan dan pengumpulan data mengenai potensi usaha masyarakat Dukuh Ngepel. Dari hasil pemetaan diketahui bahwa sebagian besar lokasi usaha belum terdaftar di platform digital sehingga masih sulit ditemukan oleh masyarakat maupun calon konsumen dari luar daerah. Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa merancang pendampingan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps dengan target awal sebanyak 10 UMKM. UMKM yang menjadi sasaran program meliputi Keripik Pisang dan Mbote Meika Dila, Keripik Pisang Bu Murtini, Keripik Pisang Laris Manis, Tempe Bu Simes, Keripik Tempe Sri Rejeki Cantika, Kerupuk Sari Udang, Susu Kambing Etawa, Chippy Bugy, Toko Kelontong Bu Rini, dan Nasi Goreng 77. Pada tahap sosialisasi, mahasiswa menjelaskan kepada para pelaku usaha mengenai tujuan dan manfaat pencantuman lokasi usaha di Google Maps. Salah satu manfaat utamanya adalah membantu konsumen menemukan lokasi usaha dengan lebih mudah. Mahasiswa juga berkoordinasi dengan para pelaku usaha mengenai waktu pelaksanaan pendampingan agar proses pengumpulan data tidak mengganggu aktivitas usaha. Hal ini menjadi perhatian karena masih terdapat pelaku usaha yang belum terbiasa memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi. Pendampingan dilakukan secara bertahap. Pada 22 Juli 2026, pendampingan diberikan kepada Keripik Pisang Bu Murtini, Kerupuk Sari Udang Putra Jaya, Tempe Bu Simes, Keripik Pisang dan Mbote Meika Dila, serta Keripik Pisang Laris Manis. Tahapan tersebut meliputi pengumpulan informasi usaha, pemeriksaan alamat dan lokasi, hingga penentuan titik lokasi sebelum data dimasukkan ke Google Maps. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 30 Juli 2026 dengan pendampingan kepada Keripik Tempe Sri Rejeki Cantika. Pada tahap ini, mahasiswa melakukan pengecekan ulang terhadap data bisnis dan memastikan ketepatan titik lokasi usaha. Pada 31 Juli 2026, pendampingan diberikan kepada Toko Kelontong Bu Rini dan Keripik Mbote Pak Runarto. Pada waktu yang sama, mahasiswa juga melakukan pendataan dan pencatatan titik koordinat Mutiara Fajar Farm Susu Kambing Etawa sebagai salah satu usaha peternakan yang berada di Dukuh Ngepel. Selain menambahkan titik lokasi usaha, mahasiswa memberikan bimbingan kepada pemilik UMKM mengenai pemanfaatan Google Maps sebagai sarana digital untuk memperkenalkan dan mempromosikan usaha mereka. Selama proses pelaksanaan, mahasiswa juga melakukan pengecekan ulang terhadap informasi yang telah dimasukkan. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan kesalahan pada nama usaha, alamat, titik lokasi, kontak, jam operasional, maupun informasi pendukung lainnya. Berdasarkan hasil evaluasi, dari 10 UMKM yang menjadi target awal, sembilan UMKM berhasil didaftarkan di Google Maps. Sementara itu, BUMDes Sempu tidak memerlukan pencantuman ulang karena lokasinya telah lebih dahulu terdaftar di platform tersebut. Dengan demikian, program pendampingan ini dinilai berhasil mencapai sebagian besar target yang telah ditetapkan. Keberadaan lokasi usaha di Google Maps diharapkan dapat meningkatkan visibilitas UMKM Dukuh Ngepel sekaligus memudahkan masyarakat dan calon konsumen dari luar daerah menemukan produk serta lokasi usaha yang mereka butuhkan. Program tersebut juga menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong pelaku UMKM di Dukuh Ngepel untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan memanfaatkannya sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Penulis Neila Putri Shofiyana (Mahasiswi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) Fikrul 'Ilmi Nafi'uddin (Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya)