TEGAL— Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tegal terus menunjukkan komitmennya dalam membina kepribadian warga binaan secara berkelanjutan. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembinaan rohani yang dikemas secara humanis dan relevan dengan kebutuhan warga binaan. Bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Tegal, Lapas Tegal menggelar pengajian rutin bagi warga binaan perempuan, Rabu (04/02/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Lapas Tegal ini diikuti dengan penuh kekhusyukan. Para warga binaan tampak antusias menyimak materi keagamaan yang disampaikan oleh penyuluh Aisyiyah Kota Tegal. Tidak hanya berupa ceramah, pengajian juga diisi dengan praktik ibadah, diskusi keislaman, serta bimbingan akhlak, sehingga materi dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tercipta melalui interaksi dua arah antara pemateri dan peserta. Pendekatan persuasif ini menjadi ruang refleksi bagi warga binaan perempuan untuk menata ulang perjalanan hidup, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kesadaran untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Zakiy, menegaskan bahwa pembinaan rohani memiliki peran strategis dalam proses rehabilitasi warga binaan. “Kolaborasi dengan organisasi keagamaan seperti Aisyiyah sangat penting untuk membangun ketahanan mental dan moral warga binaan. Kami berharap bekal spiritual ini menjadi fondasi kuat agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan perilaku yang positif dan berakhlak mulia,” ujarnya. Program pengajian rutin ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Lapas Tegal dalam memenuhi hak dasar warga binaan, khususnya hak memperoleh pendidikan dan pembinaan agama yang layak. Dengan pembinaan yang konsisten dan menyentuh sisi spiritual, Lapas Tegal optimistis proses pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan fisik, tetapi juga mampu melahirkan perubahan mental dan karakter yang berkelanjutan.