Stigma terkait pasien atau penderita TB (Tuberkulosis) masih terjadi di masyarakat Indonesia. Stigma pasien TB sering menjadi cap buruk, diskriminasi, atau pengucilan yang dialami penderita akibat ketakutan berlebih masyarakat akan penularan. Stigma ini sering kali membuat pasien enggan, takut memeriksakan diri, malu berobat dan menyembunyikan penyakitnya, yang berujung pasien merasa tidak mendapat dukungan, putus obat dan hal ini meningkatnya risiko penularan di lingkungan sekitar.