MEDAN - Di tengah krisis bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera (Aceh, Sumut, Sumbar), aksi solidaritas dari publik figur dan kreator konten Ferry Irwandi menuai sorotan luas. Gerakan penggalangan dana yang diinisiasi oleh pendiri Malaka Project ini membuktikan kekuatan masyarakat sipil dalam merespons keadaan darurat. Gerakan "Warga Jaga Warga" Tembus Target Fantastis Kampanye donasi yang diberi nama "Solidaritas Bantu Korban di Sumatera" diluncurkan pada 1 Desember 2025 melalui platform crowdfunding. Respons publik sungguh di luar dugaan. Hanya dalam waktu kurang dari 5 jam sejak diluncurkan, donasi yang terkumpul sudah melampaui angka Rp1,5 Miliar. Dalam rentang waktu 24 jam pertama, kampanye ini berhasil menghimpun dana hingga lebih dari Rp8,2 Miliar. Ferry Irwandi, yang juga dikenal karena kritik-kritik sosialnya, menyampaikan rasa haru dan bangganya melalui akun media sosial, memuji tingginya empati dan militansi masyarakat. "Halo teman-teman, cuma mau ngupdate. Ini udah 3 jam sejak kita publish, dan donasi untuk korban di Pulau Sumatera sudah menyentuh Rp1,2 miliar. Tepuk tangan dong semuanya! Warga sipil luar biasa sekali, memang gila, militan gila kalian. Warga jaga warga, mari bersatu teman-teman." — Ferry Irwandi melalui unggahan media sosial. Aksi penggalangan dana ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, Ferry Irwandi telah aktif menyuarakan desakan kepada pemerintah pusat untuk segera menetapkan status Bencana Nasional untuk wilayah Sumatera yang terdampak. Dalam pandangannya, penetapan status bencana nasional akan memberikan kewenangan dan fleksibilitas anggaran yang lebih besar kepada pemerintah pusat untuk melakukan penanganan dan pemulihan secara cepat di tengah kondisi infrastruktur yang lumpuh dan isolasi wilayah. Ferry Irwandi, yang merupakan putra Sumatera, menekankan bahwa kondisi di lapangan, di mana akses jalan putus dan banyak warga terisolasi, memerlukan intervensi cepat dari pemerintah pusat. Baginya, urgensi keselamatan masyarakat jauh lebih penting ketimbang perhitungan administratif. Fokus Penyaluran Bantuan Dana masif yang terkumpul ini rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak korban di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prioritas penyaluran meliputi Bantuan Darurat: Makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat obatan. Pengadaan perahu dan kebutuhan evakuasi lainnya untuk menjangkau daerah terpencil. Perbaikan rumah-rumah yang rusak dan fasilitas umum pasca-masa tanggap darurat. Aksi Ferry Irwandi dan antusiasme masyarakat dalam donasi ini menegaskan kembali semangat kegotongroyongan yang kuat di Indonesia. Ketika bencana datang, kekuatan solidaritas warga sipil terbukti mampu bergerak cepat untuk menambal celah kekurangan yang ada dalam penanganan darurat.