JAKARTA - Banyak orang tua merasa khawatir ketika anak menolak minum susu. Padahal, susu merupakan salah satu sumber kalsium, protein, dan vitamin D yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Namun, jangan panik, karena ada banyak cara kreatif agar anak tetap mendapat nutrisi yang dibutuhkan meskipun enggan minum susu. Penyebab Anak Tidak Mau Minum Susu Sebelum mencari solusi, penting untuk memahami alasan anak menolak susu, di antaranya: Rasa bosan karena terlalu sering diberikan dengan cara yang sama. Tidak suka rasa atau bau susu tertentu. Gangguan pencernaan seperti kembung atau intoleransi laktosa. Sedang sakit sehingga selera makan dan minum menurun. Solusi Anak Tidak Mau Minum Susu 1. Variasikan Menu dengan Olahan Susu Alih-alih hanya menyajikan susu cair, coba buat variasi seperti puding susu, smoothie buah dengan susu, pancake susu, atau sereal dengan susu. Cara ini membuat anak tetap mendapatkan nutrisi tanpa merasa bosan. 2. Gunakan Gelas atau Sedotan Lucu Anak-anak sering tertarik dengan visual. Sajikan susu dengan gelas bergambar karakter favorit atau gunakan sedotan warna-warni agar mereka lebih semangat minum. 3. Tambahkan Rasa Alami Jika anak tidak suka rasa susu plain, bisa menambahkan rasa alami seperti cokelat bubuk, madu, stroberi, atau pisang. Pastikan tidak menambahkan gula berlebihan agar tetap sehat. 4. Cari Alternatif Pengganti Susu Sapi Jika anak memiliki intoleransi laktosa, cobalah susu kedelai, susu almond, atau susu oat. Alternatif ini tetap mengandung nutrisi penting untuk tumbuh kembang. 5. Berikan Makanan Kaya Kalsium Selain susu, kalsium bisa diperoleh dari ikan teri, tahu, tempe, yoghurt, keju, brokoli, dan kacang-kacangan. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi meskipun anak jarang minum susu. 6. Jadikan Rutinitas yang Menyenangkan Hindari memaksa anak minum susu. Sebaliknya, buat momen minum susu sebagai kebiasaan yang menyenangkan, misalnya sambil mendongeng atau menonton kartun favorit. 7. Konsultasi ke Dokter Anak Jika anak sama sekali tidak mau minum susu dalam jangka panjang, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak atau ahli gizi untuk mendapat saran nutrisi pengganti yang sesuai.