KARANGANYAR, NETRALNEWS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karanganyar tengah bersiap menyambut hajatan besar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Langkah strategis ini ditegaskan sebagai upaya krusial untuk mengunci data akurat yang akan menjadi kompas pembangunan ekonomi Bumi Intanpari ke depan. Dalam acara Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di gedung pertemuan Hotel Permata Sari Karanganyar, Kamis (6/8/2026), Kepala BPS Kabupaten Karanganyar, Lin Purwati, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan agenda nasional sepuluh tahunan tersebut. "Kita harus menguatkan langkah dan menuntaskan Sensus Ekonomi 2026. Ini adalah momentum sinergi bersama untuk Karanganyar," ujar Lin Purwati. Pesan ini menegaskan bahwa validitas data ekonomi bukan hanya tanggung jawab BPS, melainkan tugas bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Sensus Ekonomi 2026 dirancang untuk memotret potret utuh aktivitas ekonomi non-pertanian di seluruh wilayah Karanganyar. Cakupannya sangat luas, mulai dari usaha berskala besar, sektor konstruksi, industri pengolahan, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Data yang dihasilkan dari SE2026 akan menjadi basis data fundamental untuk penyusunan kebijakan pemerintah yang lebih tepat sasaran, membantu pelaku usaha dalam pengambilan keputusan bisnis, serta memberikan gambaran riil mengenai potensi dan tantangan ekonomi daerah. Sebagai gambaran awal komitmen daerah, BPS Karanganyar mencatat target cakupan sensus yang ambisius. Hingga rilis terakhir, data registrasi untuk kegiatan persiapan sensus di Karanganyar telah mencapai angka 341.229, mencerminkan antusiasme dan komitmen yang kuat untuk pemutakhiran data usaha. "Di luar persiapan SE2026, BPS Karanganyar terus konsisten menjalankan fungsi utamanya dalam menyajikan berbagai indikator statistik rutin. Ini dilakukan untuk menjaga agar pemangku kebijakan terus memiliki referensi data yang segar dan andal," jelasnya. Lin memaparkan, Beberapa survei rutin yang menjadi pilar data BPS Karanganyar meliputi Survei Harga (Inflasi/IKH) untuk memantau kestabilan harga barang dan jasa di pasar, serta survei tanaman pangan dan peternakan guna memotret produktivitas sektor pertanian. Di sektor lainnya, terdapat Survei Pariwisata untuk melihat tren kunjungan beserta dampak ekonominya, Sakernas yang memotret dinamika angkatan kerja dan pengangguran, hingga Survei Konstruksi, Industri, dan Pertambangan guna mengukur denyut nadi sektor riil dan manufaktur. Kerja keras pengumpulan data ini bermuara pada sajian indikator strategis yang menjadi cermin pencapaian pembangunan Kabupaten Karanganyar. Perekonomian Karanganyar menunjukkan tren pertumbuhan yang positif beriringan dengan kesejahteraan masyarakat yang meningkat, sebagaimana terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus mengalami perbaikan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga ke angka 8,48% dengan Gini Rasio berada di level 0,332, yang mencerminkan tingkat ketimpangan pengeluaran relatif rendah. Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mampu ditekan hingga 3,26%. Dari sisi pendapatan daerah, Nilai Tambah Bruto (NTB) sektor industri dan pertambangan mencatatkan angka Rp55,09 Miliar, sementara sektor pertanian tetap menjadi kontributor pangan daerah utama melalui produksi padi dari luas tanam seluas 27,54 hektar. Menutup seruannya, BPS Karanganyar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Keterbukaan dan kejujuran dalam memberikan data akan menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. "Maka mari kenali bersama, langkah besar wujudkan kemandirian perekonomian bangsa untuk Indonesia yang lebih sejahtera," pungkas Lin Purwati, menegaskan visi besar di balik SE2026.