YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan pesan penting kepada para pejabat pemerintah agar lebih membuka telinga terhadap aspirasi generasi muda. Menurut Sultan, dialog antara generasi tua dan generasi muda harus terus dibangun agar tercipta pemahaman bersama, bukan komunikasi satu arah yang hanya berisi perintah. “Pejabat sebaiknya tidak hanya memberi perintah satu arah, tetapi juga mau mendengar. Dialog antargenerasi perlu dibangun agar ada saling pengertian,” ujar Sultan dalam keterangannya di Yogyakarta. Bangun Dialog Antargenerasi untuk Harmoni Sosial Raja Keraton Yogyakarta tersebut menilai bahwa perbedaan cara pandang antara generasi tua dan generasi muda adalah hal yang wajar. Namun, perbedaan itu justru seharusnya menjadi ruang untuk saling memahami, bukan memicu jarak atau konflik sosial. “Perbedaan pandangan itu wajar. Justru karena perbedaan itulah kita perlu saling pengertian dari kedua belah pihak,” kata Sultan. Sultan menekankan bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan ruang dialog yang inklusif, di mana anak muda dapat menyampaikan ide, kritik, maupun aspirasi tanpa rasa takut. Komunikasi Terbuka Cegah Kesalahpahaman Sosial Lebih lanjut, Sultan mengingatkan bahwa komunikasi yang tidak terbuka dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Hal itu, menurutnya, berpotensi merusak tatanan sosial dan kepercayaan publik terhadap pemerintah. “Komunikasi yang tertutup bisa memicu kesalahpahaman dan merusak tatanan sosial,” tegasnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat di berbagai tingkatan pemerintahan agar lebih responsif terhadap suara generasi muda, yang kini menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik bangsa.