MALANG, NETRALNEWS.COM — Mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Kelurahan Cemorokandang. Melalui program kerja ketiga, Kelompok 2 KKN UM BBM menggelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN Cemorokandang 2 dengan mengusung tema “Merajut Empati, Menolak Perundungan: Bersama Ciptakan Ruang Aman.” Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/7) pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh 56 siswa kelas V dan VI, dengan didampingi oleh wali kelas serta Kepala SDN Cemorokandang 2. Kehadiran berbagai unsur sekolah menjadi bentuk dukungan bersama dalam membangun budaya belajar yang positif dan menciptakan ruang aman bagi seluruh siswa. Acara diawali dengan pembukaan oleh Nanda Setya Putri Aprilia, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Malang selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan doa bersama serta sambutan dari perwakilan mahasiswa dan pihak sekolah. Ketua Kelompok 2 KKN UM BBM Kelurahan Cemorokandang menyampaikan apresiasi kepada SDN Cemorokandang 2 atas kesempatan yang diberikan untuk menghadirkan kegiatan edukatif di lingkungan sekolah. Ia juga mengapresiasi komitmen sekolah dalam mendukung terciptanya budaya zero bullying sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Kepala SDN Cemorokandang 2, Bapak Mokhamad Syahroni, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi anti-perundungan menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pencegahan bullying yang selama ini telah dilakukan oleh sekolah. Selain memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut, beliau juga memotivasi para siswa untuk terus belajar, memiliki cita-cita tinggi, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus berkembang dan meraih prestasi. Memasuki sesi utama, materi bertajuk “STOP BULLYING” disampaikan oleh Marshaneva Desyanthi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar bersama Indah Hariyanti dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Materi dikemas secara interaktif melalui penjelasan, diskusi, dan contoh kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa. Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada pengertian bullying, ciri-ciri perundungan, bentuk-bentuk tindakan bullying, serta perbedaan antara candaan dan perilaku yang dapat menyakiti orang lain. Mahasiswa juga menjelaskan dampak bullying terhadap korban maupun pelaku, langkah yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami perundungan, serta pentingnya membangun empati dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pesan utama yang disampaikan kepada siswa adalah pentingnya memahami perasaan orang lain melalui pertanyaan reflektif: "Kalau ini terjadi padaku, apakah aku akan sakit hati?" Pertanyaan sederhana tersebut mengajak siswa untuk berpikir sebelum bertindak dan memahami bahwa setiap perkataan maupun tindakan dapat memberikan dampak bagi orang lain. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Untuk mengukur pemahaman peserta, mahasiswa KKN mengadakan kuis interaktif berisi pertanyaan terkait materi dan studi kasus mengenai bullying. Para siswa tampak bersemangat menjawab pertanyaan, sementara peserta yang berhasil menjawab dengan tepat mendapatkan apresiasi berupa hadiah. Salah satu wali kelas SDN Cemorokandang 2 turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. "Saya sangat senang dengan kegiatan ini karena anak-anak memang membutuhkan materi tentang anti bullying. Selama ini mereka lebih sering mendengar dari guru, sehingga ketika disampaikan oleh mahasiswa mereka menjadi lebih antusias. Penyampaian materinya juga menarik sehingga anak-anak betah mengikuti kegiatan. Terima kasih kepada mahasiswa UM, semoga ke depannya semakin sukses," ujarnya. Sebagai penutup, mahasiswa bersama siswa dan guru melakukan sesi dokumentasi serta pembuatan konten edukasi mengenai anti bullying yang akan dibagikan melalui media sosial. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pesan tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang saling menghargai. Kegiatan ditutup dengan seruan bersama, “Menolak Perundungan! Ciptakan Ruang Aman!”. Seruan tersebut menjadi simbol komitmen mahasiswa, guru, dan siswa untuk bersama-sama membangun sekolah yang inklusif, penuh empati, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UM BBM Kelurahan Cemorokandang berharap nilai kepedulian, keberanian, dan sikap saling menghargai dapat terus tumbuh dalam diri siswa. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu, tetapi juga ruang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.