JAKARTA, NETRALNEWS.COM — Kabar terbaru tarif untuk ruas Tol Sedyatmo, yang menghubungkan akses ke Bandara Soekarno Hatta (Soetta), bakal dinaikkan keputusan resmi tertuang dalam SK Menteri PU No. 1325/KPTS/M/2025. Penyesuaian tarif ini merupakan kebijakan rutin yang dilakukan setiap dua tahun sekali, mengikuti dinamika inflasi dan regulasi terkait tarif jalan tol. Dengan begitu, pengelola jalan tol menilai perlu dilakukan re–kalibrasi tarif agar tetap sesuai biaya operasional dan pemeliharaan. Ruas yang terdampak adalah Tol Sedyatmo akses utama menuju Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, belum diumumkan tanggal pasti pemberlakuan tarif baru. Informasi ini masih dalam tahap sosialisasi publik. Sebelumnya, tarif lama yang berlaku adalah sebagai berikut: • Golongan I: Rp 8.500 • Golongan II–III: Rp 11.000 • Golongan IV–V: Rp 12.000 Penyesuaian ini akan dirasakan oleh: • Pengguna kendaraan pribadi maupun umum yang melewati gerbang Tol Sedyatmo untuk menuju atau dari Bandara Soekarno-Hatta. • Pengguna jalan tol dari berbagai golongan kendaraan sesuai klasifikasi yang berlaku. Pihak pengelola, yakni Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division, mengimbau agar pengguna tol memastikan saldo pada e-money atau kartu tol sebelum memasuki gerbang tol. Selain itu, pengguna diharapkan memantau informasi resmi lewat aplikasi atau saluran komunikasi resmi supaya tidak terkena kaget saat tarif baru diterapkan. Kenaikan tarif Tol Sedyatmo berpotensi: • Menaikkan biaya perjalanan ke/dari Bandara Soetta, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi. • Mendorong pengguna memilih moda transportasi alternatif seperti transportasi umum, taksi daring, atau bus agar biaya total perjalanan tetap efisien. • Memberi dampak terhadap biaya operasional penyedia layanan transportasi ke bandara, yang dapat berimbas pada tarif layanan. Penyesuaian tarif Tol Sedyatmo adalah langkah reguler sesuai regulasi. Meskipun belum ada tanggal pasti, pengguna jalan tol diimbau waspada dan menyiapkan saldo kartu tol. Bagi yang kerap menempuh rute ke Bandara Soekarno-Hatta, ada baiknya mempertimbangkan moda transportasi alternatif demi efisiensi biaya.