NABIRE – Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak dua ton kepada warga di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang terdampak kekeringan dan krisis pangan akibat cuaca ekstrem yang berlangsung berkepanjangan. Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur pegunungan yang sulit dijangkau guna memastikan kebutuhan masyarakat di daerah terpencil tetap terpenuhi. Bantuan tersebut ditujukan bagi warga yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan akibat menurunnya hasil panen. Komandan Satuan Tugas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, mengatakan keberhasilan pengiriman bantuan tidak terlepas dari kerja sama seluruh personel di lapangan serta dukungan pemerintah daerah setempat. Menurutnya, berbagai tantangan seperti medan berat, cuaca yang berubah-ubah, dan keterbatasan akses transportasi tidak menghalangi upaya penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Keberhasilan pendistribusian bantuan ini merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh personel di lapangan serta dukungan pemerintah daerah setempat. Medan yang ekstrem, cuaca yang tidak menentu, dan keterbatasan akses tidak menjadi alasan bagi kami untuk berhenti,” ujar Stefie dalam keterangan yang diterima di Nabire, Minggu. Bantuan yang dikirimkan terdiri atas beras, paket sembako, mi instan, gula, susu bergizi untuk bayi dan anak-anak, serta berbagai jenis obat-obatan. Total logistik yang disalurkan mencapai dua ton. Untuk mencapai wilayah tujuan, seluruh bantuan terlebih dahulu diangkut menggunakan transportasi udara menuju titik pendaratan terdekat. Setelah itu, personel TNI melanjutkan perjalanan darat dengan memikul logistik sejauh sekitar 120 kilometer menuju Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi. Dalam proses distribusi, personel harus menghadapi berbagai kondisi alam yang menantang, mulai dari kabut tebal, hujan deras, suhu udara yang mencapai minus 3 derajat Celsius, hingga jalur pegunungan yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Meski menghadapi kondisi yang berat, tim tetap melanjutkan perjalanan selama 12 hari hingga seluruh bantuan berhasil diserahkan kepada masyarakat di wilayah terdampak. Stefie menegaskan bahwa peran TNI tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan. “Kami memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran TNI bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kesulitan yang dihadapi masyarakat Papua,” katanya. Sementara itu, Kepala Distrik Lambewi, Lanius Wenda, menjelaskan bahwa warga di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi mulai mengalami kekeringan serta kelangkaan pangan sejak Juni 2026. Kondisi tersebut dipicu cuaca ekstrem yang berdampak pada menurunnya hasil panen masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan karena sangat membantu warga, khususnya kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak langsung oleh krisis pangan. “Bantuan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak. Kami berharap kepedulian seperti ini terus berlanjut,” ujar Lanius. Ia juga berharap kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar penanganan dampak kekeringan di wilayah pegunungan Papua berjalan optimal dan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi hingga kondisi kembali normal.