JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Keceriaan dalam pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendadak berubah menjadi duka ketika enam mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang (UIN Walisongo) terseret arus sungai di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Peristiwa terjadi pada Selasa siang, tepatnya sekitar pukul 13.53 WIB, ketika para mahasiswa sedang bermain air di aliran sungai kawasan wisata tubing Jolinggo. Menurut laporan dari pihak kampus, kegiatan bermain air itu awalnya melibatkan sekitar 15 mahasiswa peserta KKN. Dari jumlah tersebut, sembilan berhasil menyelamatkan diri, sedangkan enam orang lainnya terbawa arus deras. Tiga di antara korban berhasil ditemukan hingga sore hari dalam kondisi meninggal dunia, yakni atas nama Riska Amelia, Sifa Nadilah, dan M Labib Rizki. Sementara tiga lainnya M Jibril As Sarafi, Nabila Yulian Desi Pramesti, dan Bima Pranawira hingga berita ini ditulis masih dalam pencarian. Tim penyelamat yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Kendal (BPBD), Kantor SAR Semarang, PMI Kendal, FRPB Kendal, TNI-Polri, dan relawan warga setempat langsung melakukan pencarian setelah laporan diterima. Lokasi beberapa jenazah ditemukan antara lain di bawah jembatan Kaliringin dan wilayah Banyuringin Kecamatan Singorojo semua masih berdekatan dengan titik kecelakaan. Dugaan sementara, kejadian itu dipicu oleh banjir kiriman dari hulu sungai akibat hujan deras yang terjadi di wilayah atas, meskipun di lokasi kejadian cuaca nampak cerah. Akibat arus tiba-tiba meningkat, enam mahasiswa yang sedang asyik bermain air tidak sempat menghindar. Pihak universitas menyatakan duka yang mendalam dan berjanji akan mengevaluasi seluruh pelaksanaan KKN agar kejadian serupa tidak terulang. Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Nizar, M.Ag, mengatakan bahwa keselamatan mahasiswa adalah prioritas dan pihak kampus tengah menyiapkan tim pendamping, layanan konseling, serta pendampingan bagi keluarga korban. Seraya kesibukan pencarian masih berlangsung, kampus telah memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh program KKN di Desa Getas. Seluruh peserta KKN yang masih berada di lokasi diminta untuk kembali ke Semarang malam itu juga. Situasi ini menjadi peringatan keras bahwa kegiatan lapangan termasuk yang dilakukan dalam rangka pengabdian masyarakat memerlukan persiapan mitigasi risiko cuaca dan aliran sungai yang berubah cepat. Walau lokasi tampak aman, kondisi hidrometeorologi di hulu dapat memunculkan bahaya tanpa diduga. Para mahasiswa yang selamat hingga saat ini masih dalam kondisi syok dan tengah mendapatkan pendampingan. Pihak keluarga korban turut didampingi oleh kampus dan pihak terkait untuk proses evakuasi jenazah dan penanganan psikososial. Adapun pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang semula ditutup sementara pada malam hari dan akan dilanjutkan esok pagi dari titik-titik di sepanjang aliran sungai. Universitas dan semua pihak berharap agar tiga mahasiswa yang hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat, namun harapan itu disertai duka mendalam bagi tiga yang sudah tiada. Semoga keluarga korban diberi ketabahan, dan pelaksanaan KKN ke depan menjadi lebih aman dan terkendali. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. (Disari dari berbagai sumber)