PONOROGO, NETRALNEWS.COM - Sebanyak tujuh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dukuh Ngepel, Desa Sempu, kini memiliki katalog produk resmi hasil pendampingan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Persemakmuran Eks-IAIN Sunan Ampel Kelompok 03. Katalog tersebut diserahkan kepada BUMDes dan Kantor Desa Sempu pada Minggu, 9 Agustus 2026, pukul 19.00–21.00 WIB. Penyerahan berlangsung bersamaan dengan malam penutupan kegiatan KPM di Masjid Ar-Rohman. Program pembuatan katalog tersebut berawal dari pengamatan mahasiswa terhadap potensi UMKM di Dukuh Ngepel. Para mahasiswa melihat produk-produk unggulan warga memiliki daya tarik untuk dipasarkan secara lebih luas, tetapi belum terdokumentasi secara terstruktur. Belum tersedianya media informasi mengenai produk lokal juga membuat masyarakat maupun wisatawan kesulitan mengetahui berbagai produk yang dihasilkan warga Desa Sempu. Untuk menjawab kondisi tersebut, mahasiswa menyusun program kerja pembuatan katalog dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini memandang pelaku UMKM, ragam produk lokal, potensi ekonomi, kemauan pelaku usaha untuk berkolaborasi, serta keberadaan BUMDes Desa Sempu sebagai aset yang dapat dikembangkan bersama. Dalam tahap sosialisasi, terdapat delapan UMKM yang menjadi sasaran pendataan awal. Dari jumlah tersebut, tujuh UMKM menyatakan bersedia berpartisipasi. Ketujuh UMKM tersebut terdiri atas Susu Kambing Etawa, Keripik Pisang Bu Martini, Chippy Bugi, Tempe Bu Simes, Keripik Tempe Sri Rejeki Cantika, Keripik Pisang Laris Manis, serta Keripik Pisang dan Mbote Meika Dila. Sementara itu, satu UMKM yang memproduksi kerupuk memilih tidak berpartisipasi dalam program tersebut. Keputusan tersebut tetap dihormati mahasiswa sebagai bentuk penghargaan terhadap hak pelaku usaha dalam menentukan keterlibatannya. Selain menyusun profil produk secara profesional, mahasiswa juga memberikan pendampingan pembuatan logo usaha bagi pelaku UMKM yang belum memilikinya. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat identitas visual produk, baik pada katalog maupun kemasan. Proses pembuatan logo turut mempertimbangkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha. Hal ini mengingat sebagian UMKM memiliki margin keuntungan yang relatif kecil sehingga desain logo diupayakan tidak menambah beban biaya produksi secara signifikan. Data usaha, foto produk, dan identitas visual yang telah terkumpul kemudian diolah menjadi satu katalog yang memuat informasi mengenai tujuh UMKM tersebut. Proses pencetakan membutuhkan biaya sebesar Rp49.850 untuk dua buku katalog. Katalog yang telah selesai kemudian ditempatkan di BUMDes dan Kantor Desa Sempu. Media tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung untuk mengetahui berbagai produk UMKM yang tersedia di Dukuh Ngepel. Keberadaan katalog diharapkan tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga membantu memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM. Selain itu, katalog dapat menjadi referensi bagi pengunjung yang ingin memilih produk lokal khas Dukuh Ngepel sebagai oleh-oleh. Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa potensi UMKM di tingkat desa dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, BUMDes, dan mahasiswa. Namun, mahasiswa mencatat bahwa pengembangan UMKM di Desa Sempu masih membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan. Beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian antara lain digitalisasi, administrasi usaha, legalitas, pemasaran, serta pengembangan identitas produk. Dengan pendampingan yang berkesinambungan, katalog yang telah dibuat diharapkan tidak berhenti sebagai produk akhir kegiatan KPM, tetapi dapat menjadi salah satu langkah awal dalam memperkenalkan dan mengembangkan potensi UMKM Dukuh Ngepel secara lebih luas. Penulis Berita : Neila Putri Shofiyana (Mahasiswi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) Fikrul 'Ilmi Nafi'uddin (Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya)