MALANG - Suasana belajar yang penuh tawa dan antusiasme mewarnai SDN 1 Buluagung pada 21–22 Juli 2026. Melalui program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM), mahasiswa Universitas Negeri Malang menghadirkan dua kegiatan pembelajaran inovatif, yaitu permainan ular tangga edukatif pada Selasa, 21 Juli 2026 silam, dan storytelling interaktif pada Rabu, 22 Juli 2026 silam. Kedua kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa kelas IV, V, dan VI. Pada hari pertama, Selasa (21/7), mahasiswa memperkenalkan media pembelajaran berbasis permainan ular tangga yang telah dimodifikasi menjadi sarana belajar interaktif. Berbeda dengan permainan ular tangga pada umumnya, setiap petak permainan memiliki warna dan tantangan yang berbeda. Warna biru mengarahkan siswa mengambil kartu berisi soal Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), warna merah berisi soal matematika, sedangkan warna hijau menggabungkan kedua materi tersebut dalam satu tantangan. Melalui konsep ini, siswa diajak belajar sambil bermain, berdiskusi, dan bekerja sama untuk menyelesaikan setiap soal yang mereka peroleh. Suasana kelas pun berubah menjadi lebih hidup. Setiap lemparan dadu disambut sorak sorai, sementara anggota kelompok saling berdiskusi menentukan jawaban terbaik sebelum melanjutkan permainan. Tanpa disadari, aktivitas bermain tersebut melatih kemampuan berpikir, komunikasi, kerja sama, sekaligus meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat. Keesokan harinya, Rabu (22/7), kegiatan dilanjutkan dengan storytelling interaktif. Mahasiswa membuka sesi dengan membawakan sebuah cerita secara ekspresif menggunakan intonasi, mimik wajah, serta gerakan tubuh yang mampu menarik perhatian siswa sejak awal. Setelah mendengarkan cerita, siswa diajak menjawab pertanyaan seputar tokoh, alur, dan pesan cerita sebelum melanjutkan kegiatan membaca secara berkelompok. Setiap kelompok kemudian memperoleh sebuah buku cerita untuk dibaca bersama. Mereka saling bergantian membaca, berdiskusi mengenai isi cerita, kemudian menceritakan kembali di depan kelas menggunakan bahasa mereka sendiri. Meskipun pada awalnya beberapa siswa terlihat malu dan gugup, perlahan mereka mulai berani tampil di depan teman-temannya. Bahkan, beberapa siswa mampu menyampaikan cerita dengan ekspresi dan intonasi yang membuat suasana kelas semakin hidup. Rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran yang inovatif mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sekaligus bermakna. Permainan ular tangga edukatif tidak hanya membantu siswa memahami materi PJOK dan matematika, tetapi juga menumbuhkan kerja sama, sportivitas, serta kemampuan berpikir kritis. Sejalan dengan hal tersebut, storytelling memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan budaya literasi, meningkatkan kepercayaan diri, serta melatih kemampuan berkomunikasi di depan umum. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Negeri Malang dalam mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Melalui pendekatan yang kreatif dan interaktif, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan. Harapannya, inovasi sederhana seperti ular tangga edukatif dan storytelling dapat terus dikembangkan sebagai alternatif pembelajaran yang mampu menumbuhkan semangat belajar siswa di sekolah dasar.