JAKARTA,NETRALNEWS.COM - Prediksi UMP 2026 terbaru di seluruh Indonesia mulai ramai dibahas. Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 diperkirakan mengalami penyesuaian berdasarkan formula Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan tuntutan buruh yang sudah disampaikan Oktober lalu. Pemerintah Pusat telah menyelesaikan seluruh proses teknis penghitungan UMP 2026. Penyesuaian dilakukan untuk menyesuaikan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terbaru mengenai formula upah minimum. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan formula pengupahan tetap sama dengan tahun sebelumnya. Hanya indeks tertentu yang berubah mengikuti kondisi ekonomi terbaru. “UMP sudah selesai, formulanya sama. Indeksnya sudah ada, indeksnya berbeda,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025). Airlangga menekankan, KHL tetap menjadi acuan utama. Standar ini mengacu pada Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan menyesuaikan perkembangan ekonomi nasional. “Acuannya kan perkembangan perekonomian, kemudian indeks dari kehidupan layak berdasarkan kriteria ILO,” tambahnya. Proses sosialisasi formula sedang berlangsung sebelum pengumuman angka resmi. Namun, tanggal pastinya belum ditentukan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan, kenaikan UMP dan UMK 2026 tidak seragam di semua provinsi. Setiap daerah akan menyesuaikan dengan kondisi ekonomi lokal. Pengumuman resmi diperkirakan sebelum 31 Desember 2025. Sebelum pemerintah menetapkan, serikat buruh meminta kenaikan UMP 2026 sebesar 8%–10,5%. Pertimbangan meliputi inflasi, kebutuhan hidup, dan proyeksi ekonomi tahun mendatang. Berikut estimasi kisaran UMP 2026 di 38 provinsi: Estimasi UMP 2026 di 38 Provinsi Aceh: Rp3.980.465 – Rp4.072.605 Sumatera Utara: Rp3.231.964 – Rp3.306.777 Sumatera Barat: Rp3.233.729 – Rp3.308.583 Riau: Rp3.789.478 – Rp3.877.197 Jambi: Rp3.493.298 – Rp3.574.161 Sumatera Selatan: Rp3.976.097 – Rp4.068.135 Bengkulu: Rp2.883.642 – Rp2.950.393 Lampung: Rp3.124.516 – Rp3.196.842 Kep. Bangka Belitung: Rp4.186.728 – Rp4.283.643 Kep. Riau: Rp3.913.546 – Rp4.004.137 DKI Jakarta: Rp5.828.491 – Rp5.963.420 Jawa Barat: Rp2.366.531 – Rp2.421.311 Jawa Tengah: Rp2.342.900 – Rp2.397.124 DI Yogyakarta: Rp2.445.207 – Rp2.501.808 Jawa Timur: Rp2.490.464 – Rp2.548.113 Banten: Rp3.137.530 – Rp3.210.156 Bali: Rp3.236.286 – Rp3.311.199 NTB: Rp2.811.166 – Rp2.876.238 NTT: Rp2.515.288 – Rp2.573.510 Kalbar: Rp3.108.549 – Rp3.180.506 Kalteng: Rp3.751.511 – Rp3.838.351 Kalsel: Rp3.775.891 – Rp3.863.295 Kaltim: Rp3.865.659 – Rp3.955.140 Kaltara: Rp3.866.573 – Rp3.956.076 Sulut: Rp4.077.459 – Rp4.171.844 Sulteng: Rp3.148.200 – Rp3.220.675 Sulsel: Rp3.950.129 – Rp4.041.567 Sultra: Rp3.319.436 – Rp3.396.273 Gorontalo: Rp3.479.469 – Rp3.560.012 Sulbar: Rp3.352.784 – Rp3.430.395 Maluku: Rp3.393.036 – Rp3.471.578 Maluku Utara: Rp3.680.640 – Rp3.765.840 Papua: Rp4.628.718 – Rp4.735.864 Papua Barat: Rp3.904.200 – Rp3.994.575 Papua Barat Daya: Rp3.903.120 – Rp3.993.470 Papua Tengah: Rp4.628.716 – Rp4.735.862 Papua Selatan: Rp4.628.718 – Rp4.735.864 Papua Pegunungan: Rp4.628.718 – Rp4.735.864 Perlu dicatat, angka di atas hanya perkiraan berdasarkan tuntutan buruh dan formula teknis pemerintah. Nilai resmi UMP 2026 akan diumumkan setelah sosialisasi selesai. Disarikan dari berbagai sumber