PASURUAN - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 127 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN Sunan Ampel) Surabaya menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Usaha Naik Kelas: Pelatihan Jualan Online, Google Maps, dan QRIS bagi Pelaku UMKM” sebagai upaya meningkatkan literasi digital dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) pukul 09.30 WIB di Balai Desa Lecari tersebut menjadi salah satu program unggulan KKN yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Pelatihan menghadirkan Dede Muhtadin, Duta UMKM Jawa Timur, sebagai narasumber utama. Melalui materi yang disampaikan, peserta dibekali pengetahuan mengenai strategi pemasaran digital, pemanfaatan Google Maps sebagai media promosi usaha, hingga penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran non-tunai yang praktis, aman, dan sesuai dengan perkembangan transaksi digital di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri atas 10 perangkat Desa Lecari, 40 anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan kader, serta 20 pelaku UMKM yang berasal dari empat dusun, yakni Dusun Kesiman, Dusun Banyak Putih, Dusun Kutukan, dan Dusun Lecari. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pengembangan kapasitas pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi digital. Ketua KKN Kelompok 127 UIN Sunan Ampel Surabaya menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih terbatasnya pemanfaatan teknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM di Desa Lecari. Padahal, perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang yang luas bagi usaha mikro untuk menjangkau konsumen secara lebih efektif tanpa dibatasi oleh wilayah pemasaran. "Program ini kami rancang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung transformasi digital UMKM di Desa Lecari. Kami berharap para pelaku usaha tidak hanya mampu memproduksi barang berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan memasarkan produknya secara digital sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui pemanfaatan Google Maps dan QRIS, kami ingin membantu UMKM agar lebih mudah ditemukan konsumen serta mampu memberikan pelayanan transaksi yang lebih modern," ujar Akhsin Romadlon selaku Ketua KKN Kelompok 127 UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam paparannya, Dede Muhtadin menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku UMKM yang ingin bertahan dan berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif. Menurutnya, kehadiran platform digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat sehingga pelaku usaha perlu menyesuaikan strategi pemasaran dengan perkembangan tersebut. "Saat ini pelanggan mencari informasi melalui internet sebelum memutuskan membeli suatu produk. Karena itu, UMKM harus memiliki identitas digital yang baik. Mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps akan meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memudahkan mereka menemukan lokasi usaha. Selain itu, penggunaan QRIS juga memberikan kemudahan transaksi sehingga dapat meningkatkan kenyamanan konsumen," jelas Dede Muhtadin. Selama pelatihan berlangsung, peserta memperoleh materi secara bertahap mulai dari pengenalan konsep pemasaran digital, praktik mengoptimalkan media sosial sebagai sarana promosi, pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, hingga tata cara pembuatan dan penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Sesi praktik tersebut disambut antusias oleh para peserta yang aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha. Kepala Desa Lecari mengapresiasi inisiatif Mahasiswa KKN 127 UIN Sunan Ampel Surabaya yang telah menghadirkan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan desa. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital secara optimal. "Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya yang telah memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat perekonomian Desa Lecari," ungkap Didik Sugiarto selaku Kepala Desa Lecari. Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi ruang dialog antara narasumber dan peserta mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha, mulai dari keterbatasan promosi, minimnya pemanfaatan media digital, hingga rendahnya penggunaan sistem pembayaran non-tunai. Diskusi tersebut menghasilkan berbagai solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para pelaku usaha sesuai dengan kondisi usaha masing-masing. Melalui program "Usaha Naik Kelas", Mahasiswa KKN Kelompok 127 UIN Sunan Ampel Surabaya berharap pelaku UMKM di Desa Lecari semakin siap menghadapi tantangan ekonomi digital dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha. Kehadiran Google Maps diharapkan mampu meningkatkan visibilitas lokasi usaha, sementara penerapan QRIS dapat memperluas pilihan pembayaran bagi konsumen. Di sisi lain, penguasaan strategi pemasaran digital diharapkan mampu membantu UMKM memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal.