JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengimbau mahasiswa di seluruh Indonesia untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi perkembangan pekerjaan ramah lingkungan atau green job yang diperkirakan semakin berkembang di masa depan. Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Stella menjelaskan bahwa sektor green job menuntut kemampuan kognitif yang tinggi. Oleh sebab itu, generasi muda perlu memiliki daya adaptasi yang baik, didukung oleh pendidikan formal yang kuat serta keterampilan teknis yang relevan. Untuk menjawab tantangan tersebut, perguruan tinggi didorong menanamkan pola pikir riset (research mindset) kepada mahasiswa. Menurut Stella, pola pikir tersebut menjadi fondasi penting agar lulusan mampu menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja. "Berpikiran riset bukan berarti akan menjadi peneliti. Berpikiran riset artinya mampu untuk menanyakan pertanyaan secara tepat dan menjawab pertanyaannya secara sistematis menggunakan data dan logika," kata profesor di bidang psikologi kognitif itu. Ia menambahkan, mahasiswa juga perlu memperoleh paparan yang lebih luas mengenai berbagai jenis pekerjaan hijau yang berkembang saat ini. Bidang energi panas bumi (geothermal) dan natural hydrogen disebut sebagai sektor yang perlu lebih diperkenalkan kepada generasi muda Indonesia. Menurut Stella, keterlibatan dunia industri dapat dilakukan sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah. Bentuk kolaborasinya dapat berupa penyelenggaraan kursus, metode pembelajaran, hingga lokakarya yang terintegrasi dengan kegiatan akademik. "Pintu kita di Kemdiktisaintek sangat terbuka untuk kita membuat kursus-kursus, metode-metode, workshop-workshop di universitas. Jadi jangan nunggu setelah lulus," ujar Wamendiktisaintek Stella Christie. Pandangan serupa disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor. Ia menilai perkembangan green job tidak hanya menciptakan jenis pekerjaan baru, tetapi juga mengubah karakter dan tugas dari berbagai profesi yang telah ada sebelumnya. Afriansyah menjelaskan bahwa sejumlah profesi, seperti teknisi listrik, operator produksi, tenaga pengadaan, hingga petugas keselamatan dan kesehatan kerja, dapat masuk dalam kategori green job apabila aktivitas pekerjaannya mendukung penerapan praktik usaha yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.