LAMONGAN, NETRALNEWS.COM – Sekitar 20 warga Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, mengikuti edukasi bertema “Bahari Lestari” di Gedung Serba Guna Desa Labuhan, Kamis (20/8/2026). Peserta kegiatan terdiri atas petambak, nelayan, ibu-ibu pelaku UMKM, serta pemuda dan pemudi desa. Kegiatan yang digelar Tim PPK Ormawa BEM UNESA 2026 tersebut membahas dua hal penting, yakni konservasi mangrove dan keamanan pangan hasil laut. Acara dibuka oleh Enge Grecia Eka Septiana selaku MC. Selanjutnya, Anissa Dwi Khasanah menyampaikan sambutan sekaligus mengingatkan peserta bahwa kegiatan tersebut merupakan sesi edukasi terakhir sebelum memasuki tahap praktik. “Terima kasih kepada Bapak, Ibu, dan adik-adik yang sudah berkenan hadir. Kegiatan ini merupakan edukasi terakhir yang kita lakukan. Harapannya, apa yang sudah disampaikan bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, karena setelah ini tinggal praktik-praktiknya,” ujar Anissa. Sambutan berikutnya disampaikan Tamam, Kepala Dusun Kentong yang mewakili Kepala Desa Labuhan. Ia menyampaikan apresiasi atas kegiatan edukasi mengenai pengelolaan ekosistem pesisir dan potensi mangrove di Desa Labuhan. “Alhamdulillah, saat ini kita bisa berkumpul dan bermusyawarah mengenai pengelolaan ekosistem pesisir dan potensi mangrove untuk mendukung lingkungan Labuhan yang berkelanjutan. Kalau kita melihat, potensi di Labuhan ini sangat banyak. Semoga bisa kita manfaatkan dengan baik,” katanya. Materi pertama disampaikan Yenny Larasati, SKM., S.ST., M.M., dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan. Ia menjelaskan bahwa mangrove merupakan tumbuhan pesisir yang mampu beradaptasi di zona pasang surut. Keberadaan mangrove memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari melindungi kawasan pesisir dari gelombang dan erosi, menjadi habitat berbagai biota, menyimpan karbon, hingga mendukung kehidupan dan penghidupan masyarakat di sekitarnya. “Mangrove bukan hanya tanaman yang tumbuh di kawasan pesisir. Keberadaannya memiliki fungsi penting bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya,” ujar Yenny. Dalam pemaparannya, Yenny menyebut kawasan mangrove di Lamongan tersebar di Kecamatan Paciran dan Brondong dengan total luas sekitar 135,59 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 114 hektare berada di wilayah Brondong. Namun, keberadaan ekosistem mangrove menghadapi sejumlah ancaman, seperti konversi lahan, pencemaran, penebangan liar, hingga dampak krisis iklim. Untuk menjaga kelestariannya, Yenny memperkenalkan empat langkah konservasi yang dapat dilakukan, yaitu inventarisasi dan pemantauan, edukasi masyarakat, integrasi kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor. Sementara itu, materi kedua disampaikan Serotytto Pasadhena, S.Tr.Kes., yang membahas Hygiene Sanitasi Pengolahan Pangan dan Potensi Gizi Hasil Laut. Menurutnya, keamanan pangan menjadi hal yang tidak kalah penting selain kandungan gizi dari hasil laut. Proses pengolahan harus dilakukan secara higienis untuk mencegah terjadinya pencemaran. “Kalau kita berbicara tentang pangan, yang perlu diperhatikan bukan hanya kandungan gizinya, tetapi juga bagaimana pangan tersebut aman untuk dikonsumsi. Hygiene dan sanitasi sangat penting untuk mencegah terjadinya pencemaran selama proses pengolahan,” jelas Serotytto. Ia menjelaskan bahwa berbagai hasil laut, seperti ikan, udang, kerang, cumi-cumi, kepiting, hingga rumput laut, memiliki kandungan protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat yang bermanfaat bagi tubuh. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memilih bahan pangan yang masih segar, menjaga kebersihan tangan dan peralatan, menyimpan bahan makanan dengan tepat, serta memastikan hasil laut dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi. Kedua materi tersebut menjadi bekal bagi warga sebelum memasuki tahap praktik penanaman mangrove. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga mampu menerapkan prinsip keamanan pangan dalam mengolah hasil laut. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti seluruh rangkaian edukasi dengan aktif. Kegiatan juga berjalan lancar tanpa kendala berarti.