NAGEKEO, NETRALNEWS.COM - Bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berdatangan. Kali ini, Perusahaan Ethos bersama Yayasan Amal Bunda yang berbasis di Cilacap, Jawa Tengah, menyalurkan bantuan dengan menyasar kelompok rentan, terutama ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak. Tim Yayasan Amal Bunda tiba di Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Rabu (2/9/2026). Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan bertajuk “Peduli NTT 2026”. Koordinator Relawan Amal Bunda, Haris, mengatakan timnya berjumlah empat orang dan akan berada di Nagekeo selama sekitar dua pekan. Selain menyalurkan bantuan, kata dia, tim juga melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat terdampak gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan berikutnya dapat diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan penyintas di lapangan. “Tim kami sebanyak empat orang dan rencananya selama dua minggu di sini. Selain membagikan bantuan, kami juga melakukan recovery untuk mengetahui apa saja kebutuhan penyintas di Nagekeo supaya bisa kami siapkan untuk kebutuhan selanjutnya,” ujar Haris. Menurut Haris, pemetaan menjadi bagian penting dalam kegiatan kemanusiaan karena kondisi dan kebutuhan setiap kelompok penyintas berbeda. Karena itu, bantuan tidak hanya diarahkan pada distribusi kebutuhan dasar, tetapi juga pada upaya mengidentifikasi warga yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Sasar Kelompok Rentan Bantuan yang disalurkan Yayasan Amal Bunda antara lain hygiene kit, selimut, sarung, pembalut, popok bayi, serta berbagai kebutuhan bayi lainnya. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak yang terdampak gempa. Selain itu, tim juga memberikan perhatian kepada kelompok rentan lainnya, termasuk lansia dan warga yang dinilai masih membutuhkan bantuan. Desa Marapokot menjadi salah satu titik awal kegiatan Yayasan Amal Bunda di Nagekeo. Dalam proses penyaluran, tim relawan mendapat dukungan dari relawan lokal dan tokoh muda Desa Marapokot, Robert Mbulu. Robert mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang masih menghadapi dampak pascagempa. “Kami berterima kasih kepada Yayasan Amal Bunda yang bersedia datang dan menaruh perhatian bagi masyarakat Desa Marapokot, secara khusus ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak di desa kami. Bantuan ini sangat berarti di tengah situasi sulit masyarakat yang hingga kini masih terasa dampaknya,” kata Robert. Ia berharap kepedulian dari berbagai lembaga dan kelompok masyarakat terhadap penyintas gempa di Nagekeo terus berlanjut, terutama bagi warga yang masih membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Bantuan Berbasis Kebutuhan Kehadiran Yayasan Amal Bunda di Nagekeo tidak hanya berorientasi pada pembagian bantuan. Tim juga melakukan pendataan dan pemetaan kondisi masyarakat untuk mengetahui kebutuhan yang belum terpenuhi. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk bantuan lanjutan yang akan disiapkan. Langkah itu diharapkan membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran sekaligus menjangkau penyintas yang belum tersentuh bantuan sebelumnya. Selama berada di Nagekeo, tim Yayasan Amal Bunda dijadwalkan terus bergerak ke sejumlah lokasi untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan mengidentifikasi kebutuhan kelompok rentan pascagempa.