SINGARAJA, 30 Agustus 2026 — Tim Program Kreativitas Mahasiswa–Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melaksanakan penelitian mengenai transformasi Tabuh Rah dari ritual sakral menuju praktik profan melalui pendekatan etnomatematika. Penelitian yang mengangkat judul “Transformasi Tabuh Rah dari Ritual ke Praktik Profan: Kajian Etnomatematika sebagai Rekonstruksi Budaya Bali untuk Penguatan Identitas Nasional” ini melibatkan lima mahasiswa lintas bidang keilmuan. Tim terdiri atas Putu Ananta Arya Dharmika, Gede Saga Wivasaktya, dan I Putu Nugi Ajunaya dari bidang Pendidikan Matematika, serta Sohib Arrahmi dan I Komang Nandha Pranayana Riawan dari bidang Pendidikan Sosiologi dan Sejarah. Penelitian ini berangkat dari fenomena perubahan pemaknaan Tabuh Rah dalam kehidupan masyarakat Bali. Tabuh Rah pada dasarnya merupakan bagian dari ritual yang memiliki nilai sakral dan berkaitan dengan keseimbangan serta keharmonisan dalam kehidupan. Namun, dalam perkembangannya, praktik tersebut memiliki keterkaitan dengan Tajen atau sabung ayam yang berorientasi pada taruhan. Melalui perspektif etnomatematika, tim mengidentifikasi berbagai unsur matematis yang terdapat dalam praktik budaya tersebut. Unsur tersebut antara lain terlihat pada pola ruang, struktur arena, arah gerak, posisi pelaku, serta keteraturan pola dalam pelaksanaan praktik. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan desain etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi, serta kajian terhadap berbagai sumber yang relevan. FGD melibatkan berbagai pihak, seperti pemangku adat, bendesa adat, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku Tajen, perangkat desa, serta akademisi. Hasil penelitian tidak hanya diarahkan untuk mengidentifikasi konsep matematika dalam budaya, tetapi juga mengkaji perubahan fungsi dan makna unsur tersebut ketika praktik budaya mengalami transformasi. Hasil analisis selanjutnya menjadi dasar penyusunan Model Rekonstruksi Tabuh Rah Berbasis Etnomatematika dan Policy Brief yang diharapkan dapat mendukung pelestarian Tabuh Rah sesuai pakem ritualnya. Kolaborasi mahasiswa Pendidikan Matematika dengan bidang Sosiologi dan Sejarah menjadi salah satu kekuatan penelitian ini. Perspektif matematika digunakan untuk mengungkap struktur dan pola yang terdapat dalam praktik budaya, sedangkan perspektif sosial dan sejarah digunakan untuk memahami perubahan makna, fungsi, serta dinamika budaya yang menyertainya. Melalui penelitian ini, tim PKM-RSH Etnorahmatika berupaya menunjukkan bahwa matematika tidak hanya hadir dalam ruang pembelajaran formal, tetapi juga dapat ditemukan dalam praktik kehidupan dan budaya masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Bali sekaligus menghadirkan inovasi dalam pengembangan pembelajaran berbasis budaya.