BUKITTINGGI, NETRALNEWS.COM - Gelanggang Pacuan Kuda Bukit Ambacang, adalah gelanggang yang terkenal di Sumatera Barat dan tertua di Indonesia. Didirikan pada tahun 1889, gelanggang ini merupakan salah satu warisan sejarah yang penting. Gelanggang ini terletak di perbatasan Kota Bukittinggi dengan Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dalam sebuah prasasti di lapangan ini ditemukan catatan berbahasa Belanda yang menjelaskan "Peringatan 40 Tahun Klub Pacu Kuda Bukittiinggi Bukittinggi' 1889-1929. Beberapa foto lama memperlihatkan lapangan yang bersih. Rumah Bulek atau Tribun utama yang kita dapati seperti hari ini, satu bangunan tak jauh dari tribun utama, dan satu lagi bangunan di tepi lapangan arah ke selatan. Lapangan pacuan kuda yang unik karena dimiliki dua daerah yaitu kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Pada lapangan arena pacuan kuda ini ditemukan juga prasasti tentang tahun didirikannya lapangan pacuan kuda lain yang ada di Sumatera Barat. Ada yang berangka tahun 1903, 1906, 1908, 1913 dan beberapa prasasti lainnya. Banyak bagian yang ada di arena pacuan kuda ini. Ada tribun penonton, tribun utama (rumah bulek), rumah musik (tribun tempat para pemain musik / drum band yang menghibur penonton arena pacuan kuda). Ada lintasan arena pacuan dan beberapa prasasti. Disini juga pernah diadakan syuting film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Sengsara Membawa Nikmat. Jalan sejarah Perang Kamang pun pernah dihiasi dengan kisah rapat persiapan perang yang disusun oleh para penentang pajak di kawasan Bukit Ambacang. Jadi telah banyak sejarah yang diarungi Gelanggang Pacuan Kuda Bukit Ambacang, sejak zaman kolonial hingga zaman milenial.