Sebelum cabai dan tomat dikenal, dapur-dapur di Jawa sudah menyalakan api rasa. Di antara kukusan tembaga dan tungku arang, lahirlah juru masak pertama Nusantara — laki-laki yang memasak seperti musisi dan perempuan yang menguasai pawon seperti ratu. Dari sana, sejarah kuliner berubah menjadi kisah tentang gender, kekuasaan, dan keabadian selera.