Hal menarik yang perlu dicermati secara kritis perihal Punden Mbah Dahuru ini adalah bahwa yang ada dalam punden ini yaitu berupa petilasan bukan makam. Bapak Parman selaku Sesepuh berulang kali mengatakan bahwa tempat itu bukan makam, dan menyatakan bahwa Mbah Dahuru diyakini tidak menetap dan wafat di lokasi tersebut, melainkan hanya singgah atau beraktivitas disana pada masa pembukaan lahan.