HONGKONG - Komisi Inovasi dan Teknologi Pemerintah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong pada Selasa (1/9) resmi meluncurkan klaster penelitian InnoHK ketiga. Peluncuran tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya Hong Kong memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi dan teknologi (innovation and technology/I&T) internasional. Klaster yang bernama SEAM@InnoHK itu akan memusatkan penelitian pada empat bidang teknologi utama, yakni pembangunan berkelanjutan, energi, manufaktur mutakhir, dan material. Sebanyak delapan pusat penelitian yang dipimpin universitas serta lembaga penelitian ternama dari dalam dan luar negeri telah disetujui untuk bergabung. Pemerintah SAR Hong Kong menyediakan dukungan pendanaan sekitar 2,5 miliar dolar Hong Kong (1 dolar Hong Kong = Rp2.261) untuk klaster tersebut. Dalam pidatonya pada acara peluncuran, Sun Dong, sekretaris bidang inovasi, teknologi, dan industri pemerintah SAR Hong Kong, mengatakan klaster penelitian ketiga itu mencerminkan komitmen pemerintah untuk mempercepat penerapan hasil penelitian dalam kehidupan nyata. Menurutnya, penggabungan teknologi canggih dengan industri lokal dapat mendorong pemanfaatan hasil riset secara lebih luas sekaligus mempercepat langkah Hong Kong menjadi pusat I&T internasional. InnoHK sendiri merupakan inisiatif I&T internasional unggulan pemerintah SAR Hong Kong yang dirancang untuk mempertemukan institusi kelas dunia dengan universitas lokal. Melalui program tersebut, pusat-pusat penelitian didirikan di Hong Kong untuk mengembangkan berbagai bidang teknologi. Sejauh ini, pemerintah SAR Hong Kong telah mengalokasikan investasi sebesar 10 miliar dolar Hong Kong untuk membangun dua platform utama. Kedua platform tersebut adalah Health@InnoHK yang berfokus pada teknologi perawatan kesehatan dan AIR@InnoHK yang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta robotika.