NETRALNEWS.COM - Tim Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program Bangun Bersama Masyarakat (BBM) 2026 menghadirkan inovasi penyajian informasi pada Peta Desa Sentul, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, melalui QR Code yang terintegrasi dengan aplikasi ArcGIS StoryMaps. Program ini dilaksanakan sebagai upaya mempermudah masyarakat dalam mengakses dan memahami informasi spasial desa secara lebih interaktif dan komprehensif. Peta merupakan media informasi yang memiliki peran penting dalam mengenalkan suatu wilayah. Melalui peta, masyarakat dapat mengetahui letak geografis, batas administrasi, jaringan jalan, penggunaan lahan, hingga berbagai fasilitas yang tersedia di suatu daerah. Oleh karena itu, peta tidak hanya berfungsi sebagai alat penunjuk lokasi, tetapi juga sebagai media penyampaian informasi spasial. Meskipun demikian, informasi yang disajikan pada peta cetak masih memiliki keterbatasan. Keterbatasan ruang penyajian menyebabkan peta umumnya hanya memuat simbol, legenda, dan informasi pokok tanpa penjelasan yang lebih rinci. Dalam membaca sebuah peta, diperlukan sebuah pemahaman terkait fenomena yang terdapat di sebuah peta. Kegiatan membaca dan memahami isi dari peta ini disebut dengan Interpretasi peta. Namun, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan tersebut, sehingga informasi yang tersaji pada peta belum dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal. Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa memasang QR Code pada figura Peta Desa Sentul yang ditempatkan di kantor desa. QR Code tersebut dapat dipindai menggunakan telepon genggam dan akan mengarahkan pengguna menuju halaman ArcGIS StoryMaps yang berisi interpretasi peta beserta penjelasan mengenai informasi wilayah Desa Sentul. Tiara selaku penanggung jawab dari adanya program kerja ini berharap bahwa inovasi ini bertujuan untuk menjembatani masyarakat dalam memahami informasi spasial tanpa harus memiliki kemampuan membaca peta secara mendalam. "Melalui QR Code, masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang lebih lengkap mengenai isi peta sehingga informasi desa menjadi lebih mudah dipahami," ujarnya. Perkembangan teknologi informasi membantu mengatasi keterbatasan tersebut melalui integrasi media cetak dan media digital. Salah satu inovasi adalah dengan menambahkan QR Code pada peta yang terhubung dengan media interpretasi berbasis ArcGIS StoryMaps. Melalui media ini, pengguna tidak hanya melihat peta, tetapi juga dapat mengakses penjelasan yang lebih lengkap. Berangkat dari kondisi tersebut, kami selaku tim mahasiswa UM yang melaksanakan BBM di Desa Sentul, Kabupaten Probolinggo menghadirkan sebuah inovasi untuk menyajikan hasil interpretasi dari Peta Desa Sentul berbasis ArcGIS StoryMaps yang dapat diakses dengan mudah melalui pemindaian QR Code pada figura peta. Inovasi ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memahami informasi yang terdapat pada peta secara lebih komprehensif, interaktif, dan mudah diakses. Melalui inovasi ini diharapkan Peta Desa Sentul tidak hanya berfungsi sebagai media penunjuk lokasi, tetapi juga menjadi media edukasi yang mampu meningkatkan literasi geospasial masyarakat. Integrasi antara peta cetak dan ArcGIS StoryMaps diharapkan dapat mendukung digitalisasi informasi desa sekaligus menjadi contoh pemanfaatan teknologi dalam penyajian informasi spasial yang lebih informatif dan mudah diakses.